Survei IPO tempatkan Bahlil dan Golkar sama-sama di posisi ketiga

August 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan partai yang dipimpinnya dalam posisi tiga besar pada dua kategori berbeda.

Bahlil menempati posisi ketiga dalam penilaian responden terhadap kinerja menteri Kabinet Merah Putih dengan 32,0 persen, sedangkan Partai Golkar berada di urutan ketiga elektabilitas partai politik dengan 10,4 persen.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan penilaian publik terhadap kinerja menteri memiliki keterkaitan dengan tingkat popularitas masing-masing figur.

"Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik, ini linier dengan popularitas. Menteri Purbaya menempati posisi teratas, kemudian Seskab Teddy Indra Wijaya pada posisi kedua. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ketiga," katanya.

Baca juga: Seskab Teddy tempati posisi kedua kinerja kabinet versi IPO

Dalam survei tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi pertama dalam penilaian kinerja dengan 42,8 persen, disusul Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebesar 33,5 persen dan Bahlil 32,0 persen.

Bahlil juga berada di posisi ketiga dalam tingkat popularitas dengan 32,8 persen. Purbaya berada di urutan pertama dengan 43,5 persen dan Teddy di posisi kedua sebesar 41,0 persen.

Menurut Dedi, persepsi masyarakat terhadap pemerintah maupun para menteri bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi sosial politik serta kebijakan pemerintah.

"Jadi, memang kondisi masyarakat saya kira selalu dinamis dalam memberikan penilaian," katanya.

Baca juga: Survei IPO: Zulhas jadi menko terbaik, Seskab Teddy paling populer

Dalam kategori elektabilitas partai politik, Partai Golkar memperoleh 10,4 persen dan berada di posisi ketiga setelah Partai Gerindra sebesar 17,5 persen dan PDI Perjuangan 12,8 persen.

Golkar berada di atas Partai Demokrat dengan 8,1 persen, PKB 7,0 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan Partai NasDem 4,4 persen.

Survei IPO dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode stratified multistage random sampling.

Survei tersebut memiliki margin of error sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.