Sumbar Kirim 1,6 Ton Rendang ke NTT, Ini Alasan Rendang Tahan Lama

August 2026 ยท 2 minute read

Jakarta -

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mengirimkan lebih dari satu ton rendang untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ternyata ada alasan ilmiah di balik sifat rendang yang tahan lama.

Di balik cita rasanya yang kaya rempah, rendang juga terkenal memiliki ketahanan yang jauh lebih lama dibanding masakan lain. Karena itu, rendang juga cocok didistribusikan ke wilayah terdampak bencana.

Hal tersebut terlihat dari bantuan rendang yang dikumpulkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Awalmya Pemprov Sumbar menargetkan 1,5 ton rendang untuk disalurkan ke wilayah terdampak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, jumlahnya kini sudah mencapai 1.687,363 kilogram rendang atau sekitar 1,6 ton lebih hingga Kamis malam (20/08). Angka tersebut berpotensi bertambah karena pengumpulan masih terus berlangsung.

Sumbar Kirim 1,6 Ton Rendang ke NTTSumbar Kirim 1,6 Ton Rendang ke NTT Foto: Site News

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Erasukma Munaf mengatakan bantuan yang terkumpul per 19 Agustus 2026 sudah mencapai 1,4 ton. Rendang tersebut direncanakan dikirim ke NTT pada 26 Agustus.

"Siapa pun, baik masyarakat bahkan kabupaten/kota boleh menyumbang atau ikut donasi. Semuanya kita tampung, nanti diantar sekaligus ke saudara kita di NTT yang terdampak bencana," ujarnya.

Kemampuan rendang bertahan lama bukan terjadi secara kebetulan. Salah satu penyebab utamanya adalah proses memasak yang berlangsung selama berjam-jam.

Saat daging dimasak bersama santan dan bumbu dalam waktu lama, kadar air terus berkurang sehingga lingkungan makanan menjadi kurang ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan.

Semakin lama dimasak, bumbu rendang juga semakin pekat dan meresap ke dalam daging. Karena itulah, rendang kering umumnya memiliki daya simpan lebih panjang dibandingkan rendang yang masih menyisakan banyak kuah.

Selain teknik memasak, rempah-rempah juga berperan penting dalam ketahanan rendang. Dilansir dari Kata Sumbar (22/08), pakar pangan dari Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L), Ervina, menjelaskan bahwa rendang menggunakan sekitar 16 jenis rempah dan herbal yang memiliki sifat antimikroorganisme.

Sumbar Kirim 1,6 Ton Rendang ke NTTAlasan rendang tahan lama. Foto: iStock

"Rendang ini terdiri dari 16 rempah dan herbal yang bersifat antimikroorganisme," kata Ervina.

Ia menambahkan bahwa rempah tidak hanya berfungsi sebagai pemberi aroma, tetapi juga bertindak sebagai antioksidan alami. Bawang putih, jahe, cabai, serai, jinten, dan berbagai rempah lain mengandung senyawa aktif yang dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk.

Perpaduan teknik memasak tradisional dan kekayaan rempah inilah yang membuat rendang sejak dulu menjadi bekal para perantau.

Kini, karakter tersebut kembali membuktikan bahwa rendang tak hanya makanan khas Minangkabau, tetapi juga menjadi pilihan praktis ketika dibutuhkan sebagai bantuan pangan bagi korban bencana.

(sob/adr)