Rabu, 02 September 2026, 12:30 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6% pada 2027. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mendorong akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7%.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pencapaian target pertumbuhan ekonomi tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, swasta, pemerintah daerah, serta badan investasi pemerintah.
“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi mencapai 6% di tahun 2027, dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7%,” ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI terkait pengantar RUU APBN Tahun Anggaran 2027, Selasa, (1/9/2026).
Menurut Purbaya, pemerintah akan menempatkan investasi pemerintah sebagai katalisator, sementara sektor swasta menjadi motor utama penggerak investasi. Adapun pemerintah daerah dan badan investasi pemerintah akan berkontribusi melalui investasi, khususnya pada sektor-sektor strategis.
Pemerintah juga akan mendorong investasi produktif yang memiliki nilai tambah tinggi dan memberikan dampak besar terhadap transformasi ekonomi nasional.
Di sisi lain, Purbaya menegaskan akselerasi pertumbuhan ekonomi tetap harus dibarengi dengan terjaganya stabilitas ekonomi makro. Pemerintah akan menjaga inflasi, suku bunga, serta nilai tukar rupiah untuk menciptakan kepastian bagi dunia usaha dan meningkatkan kepercayaan investor.
“Stabilitas ini menjadi fondasi penting untuk menciptakan kepastian, meningkatkan kepercayaan, melakukan ekspansi ekonomi, dan mendorong investasi secara berkelanjutan,” jelasnya.
Defisit Dijaga di 2,40 Persen
Target pertumbuhan 6% tersebut juga akan ditopang oleh strategi fiskal yang tetap berhati-hati. Dalam RAPBN 2027, pendapatan negara direncanakan mencapai Rp3.496 triliun, sedangkan belanja negara dianggarkan sebesar Rp4.097,2 triliun. Dengan postur tersebut, defisit anggaran dijaga sebesar 2,40% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Purbaya mengatakan desain RAPBN 2027 mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan untuk mempercepat pembangunan dan komitmen menjaga kesinambungan fiskal.
“Dengan strategi ekonomi yang tepat dan kebijakan fiskal yang prudent dan sustainable, pemerintah optimis perekonomian pada tahun 2027 mampu tumbuh 6% dengan inflasi terjaga pada level 2,5%,” katanya.
Selain pertumbuhan ekonomi dan investasi, pemerintah juga memperkirakan suku bunga SBN tenor 10 tahun berada di level 6,9% dan nilai tukar rupiah sekitar Rp17.500 per dolar AS pada 2027.
Purbaya menilai kepercayaan investor global yang tetap terjaga akan mendorong peningkatan capital inflow dan memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Purbaya Buka-bukaan Soal Ancaman Ekonomi Global yang Mengintai Indonesia
Baca Juga: MBG Dapat Anggaran Jumbo Lagi di 2027, Purbaya: Akan Ada Efisiensi
Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mendorong sektor strategis, salah satunya minyak dan gas bumi. Peningkatan lifting migas akan dilakukan melalui reaktivasi sumur tidak aktif, percepatan pengembangan cadangan, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan efisiensi operasi.
Pemerintah juga akan memperbaiki iklim investasi sektor migas melalui pemberian kepastian berusaha, insentif fiskal, dan penyederhanaan regulasi.
Langkah tersebut, diarahkan untuk meningkatkan produksi migas sekaligus memperkuat ketahanan energi sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.