Sri Sultan minta Pemkab Bantul realisasikan program pro-rakyat

July 2026 · 3 minute read

Sri Sultan minta Pemkab Bantul realisasikan program pro-rakyat

Senin, 20 Juli 2026 20:48 WIB

Image Print

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (depan) bersama jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) mengikuti upacara Hari Jadi Kabupaten Bantul Ke-195 yang dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Lapangan Trirenggo, Bantul, Senin (20/7/2026). (ANTARA/HO-Pemkab Bantul)

Yogyakarta (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan wejangan dengan meminta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul agar merealisasikan program kerja pro-rakyat demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat di wilayah setempat.

"Visi misi kepala daerah tidak boleh sekadar menjadi wacana, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata," kata Sri Sultan pada upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Bantul Ke-195 di Lapangan Trirenggo, Bantul, Senin.

Dalam sambutannya yang disampaikan menggunakan bahasa Jawa, Sri Sultan meminta Pemkab Bantul mengoptimalkan seluruh program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mengevaluasi kebijakan yang belum tepat sasaran.

"Jika masih ada yang belum benar dan tepat, agar segera disempurnakan, supaya visi Bupati yang ditargetkan bisa segera terwujud melalui eksekusi program yang pro-rakyat," ujarnya.

Ia menekankan percepatan pelaksanaan program tersebut diperlukan agar masyarakat Bantul mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang semakin cepat, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur sebagaimana termaktub dalam Serat Wedhatama.

"Kehidupan manusia sejatinya ditopang oleh tiga pilar utama yaitu wirya (kedudukan), arta (harta), dan winasis (ilmu/kecerdasan)," katanya.

Baca juga: Veda Ega dan Mario sowan Sri Sultan HB X di Keraton Yogyakarta

Baca juga: PSIM gunakan Stadion Sultan Agung Bantul untuk musim 2026/2027

Menurut Sri Sultan, apabila ketiga unsur tersebut tidak dimiliki, manusia diibaratkan seperti daun jati kering (aji godhong jati aking) yang mudah terombang-ambing hingga berujung pada kesengsaraan.

"Kecerdasan atau winasis masyarakat dan para pemangku kepentingan di Bantul harus dibarengi dengan kematangan mental dan kerendahan hati," ujarnya.

Sri Sultan juga mengutip falsafah Jawa giri lusi janma tan kena kinira yang dalam falsafah tersebut mengibaratkan seekor cacing perlahan bergerak hingga mampu mendaki gunung sebagai pengingat agar manusia tidak bersikap sombong.

"Harapannya peringatan Hari Jadi Ke-195 ini menjadi momentum bagi Bantul untuk terus mengasah akal budi dan menyingkirkan laku buruk demi tercapainya kesejahteraan masyarakat luas," katanya.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mendeklarasikan lima pedoman kerja yang disebut Nawala Bupati di hadapan Sri Sultan sebagai perwujudan tema Hari Jadi Kabupaten Bantul Ke-195, yakni Dharmaning Satriya Akarya Raharjaning Nagari.

"Nawala Bupati fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang meneladani jiwa ksatria para leluhur demi mewujudkan kemajuan daerah," katanya.

Baca juga: PSIM Yogyakarta mengantongi izin berkandang di Stadion Sultan Agung

Selain itu, Nawala Bupati juga memuat komitmen mengoptimalkan potensi kawasan pesisir selatan sebagai gerbang utama kemakmuran masyarakat.

Poin ketiga menekankan pemerataan prasarana dan infrastruktur yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Adapun poin keempat mengajak masyarakat memperkuat semangat gotong royong, guyub rukun, dan tepa selira.

"Komitmen kelima secara khusus menyoroti kinerja internal Pemkab Bantul agar lebih profesional, responsif, dan empatik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tentunya dengan menerapkan inovasi serta penguasaan teknologi informasi," ujarnya.

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026