Setelah 57 Tahun Beroperasi, Kantin Legendaris Ini Akhirnya Tutup!

August 2026 ยท 2 minute read

Jakarta -

Sebuah kantin ikonik yang telah buka selama 57 tahun memutuskan tutup. Pemiliknya menyebut hendak pensiun dan tutup permanen pada September 2026.

Tempat makan legendaris dikenal tak hanya melalui menunya, tetapi juga kenangan dan nuansa nostalgia yang dihadirkan. Hal tersebut memiliki daya tarik sendiri untuk pelanggan setianya.

Misalnya di Singapura. Negara singa ini dikenal dengan budaya hawker dan kedai-kedai kecil legendaris yang usianya menyentuh separuh abad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Asia One, (19/8/2026), Boh Geh Uncle Canteen di Singapura akan menutup usahanya setelah 57 tahun beroperasi.

Kedai yang juga dikenal sebagai Canteen 398 itu akan berhenti beroperasi pada September 2026.

Dua Lipa Pilih Hawker Legendaris di Singapura Ini Jadi FavoritnyaSebuah kantin di Singapura memilih berhenti beroperasi setelah 57 tahun. Foto: Instagram Dua Lipa

Kabar tersebut diumumkan melalui sebuah pemberitahuan yang dipasang di lokasi kedai. Informasi itu kemudian dibagikan kembali melalui media sosial.

"Terima kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan selama bertahun-tahun terakhir," tulis isi pesan pemberitahuan penutupan tersebut.

Pemiliknya tidak menjelaskan alasan secara spesifik penutupan dalam pemberitahuan tersebut. Namun, mereka mengatakan kepada seorang pengguna Instagram bahwa ingin beristirahat dan pensiun.

Boh Geh Uncle Canteen berada di 398 Piccadilly, Singapura. Tempat tersebut memiliki sejarah yang lebih panjang dari sekadar kedai makan.

Setelah 57 Tahun Beroperasi, Kantin Legendaris Ini Akhirnya Tutup!Konon disebabkan oleh pemiliknya yang ingin pensiun permanen. Foto: Asia One

Kedai ini pertama kali dibuka pada 1969 dan dahulu merupakan bagian dari Seletar Camp. Kedutaan Besar Prancis di Singapura juga pernah membagikan sejarah tempat tersebut.

Pada masa kolonial, bangunan ini digunakan sebagai corporal's mess untuk tentara Inggris. Fungsi tersebut menjadikan lokasi ini memiliki kaitan erat dengan sejarah kawasan Seletar.

Di dalam kedai terdapat tiga gerai yang menjual makanan dan minuman. Pilihan menunya mencakup hidangan yang akrab dengan selera masyarakat setempat dan harga yang murah.

Makanan dan minuman di sana ditawarkan mulai dari 1 SGD - 5 SGD atau setara dengan Rp13 ribuan - Rp21 ribuan. Karena harganya yang murah, keberadaan kantin ini menolong banyak lapisan masyarakat.

Tak heran jika penutupannya membuat para pelanggan setia sedih, terutama mereka yang mengandalkannya hampir setiap hari.

(dfl/adr)