Simalungun (ANTARA) - Pemerintah Kelurahan Haranggaol Horison, Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun memberi penjelasan terkait keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) berbentuk bulat di perairan Danau Toba kawasan Haranggaol, Kabupaten Simalungun
Lurah Haranggaol Horison, Ridwan Sinaga, Selasa (15/9) menegaskan, KJA berbentuk bulat atau Circular Floating Cages milik pengusaha lokal warga setempat, bukan milik investor baru.
Penegasan ini sesuai data, penelusuran dan informasi yang masuk ke Pemerintahan Kelurahan Haranggaol Horison.
Pemilik usaha KJA bulat itu atas nama Mariando Nainggolan, Sopan Haloho, Hotjon Haloho dan Rolio Purba.
Ia juga membantah adanya informasi mengenai penambahan KJA ataupun masuknya investor baru di kawasan perairan Haranggaol.
Dikatakan, keberadaan KJA di perairan Kecamatan Haranggaol telah berlangsung sejak lama. Perubahan yang terjadi lebih pada bentuk dan posisi sebagian keramba.
Selain itu, keberadaan KJA bulat di perairan Danau Toba kawasan Haranggaol Horison tidak mengganggu jalur kapal.
Lokasi KJA bulat tersebut berada cukup jauh dari garis pantai, diperkirakan sekitar dua kilometer dari bibir pantai, sehingga tidak berada di dekat garis pantai, ujarnya.
Seorang pelaku usaha budi daya Ikan, Mariando Nainggolan mengatakan, penggunaan KJA berbentuk bulat merupakan upaya petani untuk mengurangi risiko kerugian akibat gelombang besar atau ombak Danau Toba.
Menurutnya, konstruksi KJA berbentuk bulat yang terbuat dari fiber dinilai lebih aman dibandingkan KJA berbentuk petak yang menggunakan rangka besi dan drum sebagai pelampung.
KJA petak katanya, memiliki risiko lebih besar ketika salah satu drum pelampung terlepas, karena dapat menyebabkan seluruh kolam kehilangan daya apung dan tenggelam.
Mariando mengaku pernah mengalami kerugian cukup besar setelah puluhan KJA bentuk petak kolam miliknya tenggelam akibat diterjang ombak.
Makanya, dia dan beberapa pelaku usaha budi daya ikan di perairan Danau Toba kawasan Haranggaol Horison beralih memilih menggunakan KJA bulat berbahan fiber.
Pewarta: Waristo
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.