Sebanyak 98 penerima Jamkesda Donggala di Banawa tidak aktif
Minggu, 13 September 2026 18:28 WIB
Ilustrasi - Petugas kesehatan mengambil sampel darah saat cek kesehatan gratis kepada warga di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan
Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat sebanyak 98 orang penerima Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Banawa tidak aktif karena meninggal dunia.
"Data itu kami temukan berdasarkan hasil uji coba verifikasi dan validasi data kependudukan terhadap 12.405 penerima Jamkesda di Kecamatan Banawa," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Donggala Rahma Nur di Banawa, Minggu.
Ia mengemukakan pihaknya juga menemukan 37 penerima manfaat dari Jamkesda di wilayah tersebut sudah berstatus pindah domisili.
Menurut dia, seluruh data hasil verifikasi yang ditemukan meninggal dunia langsung ditindaklanjuti dengan pemutakhiran ke dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), termasuk penerbitan akta kematian.
"Contohnya di Kelurahan Boneoge, kami sudah menerbitkan tujuh akta kematian bagi warga yang data dukungnya sudah lengkap," ucapnya.
Ia menuturkan seluruh proses pencocokan data kependudukan masih terus berlanjut di kecamatan lainnya untuk memastikan penyaluran jaminan kesehatan daerah tepat sasaran.
Sementara itu, Bupati Donggala Vera Elena Laruni menyebutkan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk pemerintah desa untuk memastikan kevalidan data kepersertaan Jamkesda di daerah tersebut.
"Ke depan setiap perubahan data kependudukan, baik kelahiran, kematian maupun perpindahan, harus segera diperbarui agar data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi terkini," kata Vera.
Ia menyebut kesehatan merupakan hak dasar, sehingga tidak boleh ada warga Donggala yang sakit, tetapi tidak dapat berobat hanya karena persoalan administrasi atau tidak tercatat dalam sistem.
"Harapannya data harus benar, karena apabila data tidak tepat, masyarakat yang paling pertama dan paling berat menanggung akibatnya," ucapnya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026