Banda Aceh (ANTARA) - Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) menjadikan
Kabupaten Pidie, Aceh sebagai pilot project rehabilitasi lahan pertanian yang mengalami kerusakan parah pascabencana hidrometeorologi di Aceh
“Satgas PRR telah mengerahkan alat berat untuk merehabilitasi sawah rusak berat di wilayah ini sebagai pilot project percontohan, mengingat Pidie memiliki luasan dampak yang relatif kecil dibanding wilayah lain,” kata Safrizal Kepala Posko Satgas PRR Wilayah Aceh, Safrizal ZA dalam keterangannya, di Banda Aceh, Sabtu.
Pernyataan itu disampaikan Safrizal ZA usai melakukan kunjungan lapangan di Desa Blang Cut, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, Aceh.
Dirinya menyebutkan, berdasarkan data, total luasan sawah rusak berat di Kabupaten Pidie mencapai 95 hektare. Pemulihan sawah rusak berat di sana menunjukkan progres sigap dan terukur
"Dari total target 95 hektare di Kembang Tanjong, pengerjaan dipastikan tuntas 100 persen dalam waktu 30 hari," ujarnya.
Ia menuturkan, keberhasilan penanganan di Pidie nantinya bakal dijadikan model acuan yang diajukan kepada Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR.
"Model ini dipersiapkan untuk rehabilitasi di kabupaten lain dengan skala lebih luas, seperti Aceh Utara mencapai 4.800 hektare, dan saat ini masih dalam tahap pengkajian kebutuhan anggaran," kata Safrizal.
Sementara itu, Satgas Kementerian Pertanian di Aceh, Agus Susanto mengatakan, kolaborasi di bawah koordinasi Kemendagri telah mampu mempercepat pemulihan dampak berat pascabencana hidrometeorologi.
“Pengerjaan di lapangan ini sangat cepat (sawah rusak berat di Pidie). Area seluas 12 hektare berhasil dikerjakan dalam kurun waktu kurang lebih 9–10 hari,” kata Agus.
Ia memastikan, kondisi lahan di sana sudah terbuka, material lumpur dan timbunan telah dibuang, serta adanya kesepakatan tata letak parit bersama petani agar lahan siap kembali diolah dan ditanami.
Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, Hasballah, mengucapkan terima kasih atas kepedulian jajaran Satgas PRR dan Kementan yang secara konsisten turun langsung memantau penanganan bencana di lapangan.
"Terima kasih atas kepeduliannya, semoga inisiatif ini bisa menjadi pilar percontohan bagi daerah lainnya," demikian Hasballah.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.