Jakarta -
Vietnam makin terlihat seksi di mata brand-brand otomotif. Bukan cuma merek China yang masuk dan membangun pabrik, raksasa Jepang seperti Toyota juga kembali mengguyur investasi untuk memperkuat fasilitas produksi di sana.
Terbaru, Toyota Motor Vietnam mendapat persetujuan untuk menambah investasi US$ 283,7 juta atau nyaris Rp 5 triliun ke proyek manufakturnya di Phu Tho. Suntikan dana tersebut akan digunakan untuk memodernisasi pabrik, meningkatkan lini produksi, serta menyiapkan kemampuan produksi mobil baru, termasuk kendaraan elektrifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah ekspansi, proyek Toyota Vietnam memiliki total investasi lebih dari US$ 373 juta dengan kapasitas produksi dan perakitan sekitar 52.000 kendaraan per tahun. Salah satu yang menarik, proyek tersebut secara khusus mencantumkan produksi kendaraan hybrid.
Pabrik Toyota di Vietnam. Foto: Doc. Toyota
Toyota bukan satu-satunya pemain yang melihat Vietnam sebagai basis produksi potensial. Merek China juga mulai agresif membangun fasilitas manufaktur di negara tersebut.
Chery melalui Omoda & Jaecoo misalnya, menyiapkan pabrik baru di Hung Yen. Investasinya disebut bisa mencapai US$ 800 juta dalam skala penuh. Produksi dijadwalkan dimulai tahun ini dengan kapasitas awal 30.000-60.000 mobil per tahun, sebelum ditingkatkan hingga 200.000 unit pada 2030.
Geely juga ikut masuk. Perusahaan asal China itu bekerja sama dengan Tasco untuk membangun fasilitas perakitan kendaraan dengan nilai investasi sekitar US$ 168 juta. Pabrik tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 75.000 kendaraan per tahun.
Gelombang investasi tersebut menunjukkan perubahan penting di industri otomotif Vietnam. Merek China yang awalnya masuk dengan mengandalkan mobil impor kini mulai membangun basis produksi lokal, sementara pemain Jepang seperti Toyota memperbesar fasilitas yang sudah dimilikinya.
Pabrik Geely di Vietnam. Foto: Doc. Geely
Persaingan pun tidak lagi sekadar terjadi di ruang pamer. Vietnam perlahan menjadi arena perebutan basis produksi otomotif, terutama ketika kendaraan listrik dan hybrid mulai mendapat perhatian lebih besar.
Bagi Vietnam, masuknya investasi tersebut juga menjadi peluang memperkuat industri komponen dan meningkatkan kandungan lokal. Saat ini, salah satu tantangan industri otomotif Vietnam adalah ketergantungan terhadap komponen impor.
(sfn/dry)