Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa sebelum konflik ini menjadi konsumsi publik, kedua belah pihak sebenarnya sudah sempat bertemu dan berdiskusi.
Namun, kesepakatan yang tertuang dalam dokumen resmi tersebut justru diduga tidak diindahkan oleh pihak Sarwendah.
Baca Juga: Imbas Konten Kelewat Batas, Pacar Baru Sarwendah Ikut Kena Boikot Netizen, Kuasa Hukum Ruben Onsu: Konsekuensi
Minola menjelaskan bahwa poin-poin krusial mengenai pembagian waktu bersama anak-anak sejatinya sudah diatur secara legal melalui akta notaris.
Sayangnya, rencana pertemuan lanjutan untuk membahas hal tersebut justru dibatalkan sepihak oleh pihak Sarwendah.
Menurut Minola, mengadakan pertemuan ulang (joint meeting) hanya akan menjadi agenda yang sia-sia jika kesepakatan awal saja tidak dipatuhi.
“Seperti yang saya katakan juga, kalaupun nanti misalnya pertemuan joint meeting itu ada antara eh Ruben dengan S ya, dengan kuasa hukumnya, bukankah ini mengulang lagi apa yang sudah pernah terjadi,” ujar Minola Sebayang kepada awak media melalui Zoom Meeting, Sabtu (11/7/2026).
Dia menambahkan bahwa komitmen yang sudah berkekuatan hukum tersebut seolah diabaikan begitu saja.
“Apa yang sudah pernah dilakukan, yang melahirkan akta 39 yang dibuat oleh notaris, tapi tidak ditaati,” tegasnya.
Lantaran kesepakatan dalam Akta 39 tersebut tidak berjalan mulus, pihak Ruben Onsu akhirnya memilih jalur hukum dengan melayangkan gugatan Hak Asuh Anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan demi masa depan dan perlindungan anak-anak mereka.
“Jadi memang menurut pendapat kami, upaya yang kami lakukan ini adalah upaya yang paling tepat untuk mempertahankan kepentingan hukum Ruben Onsu ya dan juga kepentingan hukum anak-anak untuk bisa saling berkumpul, dan juga tentunya adalah karena adanya eh dugaan eksploitasi anak,” lanjut Minola.
Baca Juga: Ruben Onsu Bulatkan Tekad Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah, Hasil Merenung di Tanah Suci
Masalah utama yang memicu keretakan komunikasi ini rupanya bersumber dari sulitnya terealisasi waktu berkumpul antara Ruben Onsu dan buah hatinya.
Minola menyebut polemik ini sudah dibahas berulang kali sebelum akhirnya memuncak seperti sekarang.
“Sebelum, masalah ini menjadi ramai kan kita sudah beberapa kali bertemu kan untuk membahas beberapa hal ya. Terutama tentu adalah hal yang berkaitan dengan masalah eh jadwal untuk berkumpul dengan anak-anak itu yang tidak terus terealisasi,” tutup Minola Sebayang.
Sebelumnya, pihak Sarwendah diketahui sempat mengundang pihak Ruben Onsu untuk duduk bersama mencari jalan tengah terkait pengasuhan anak.
Namun, undangan pertemuan tersebut akhirnya dibatalkan sendiri oleh pihak Sarwendah, setelah mengetahui bahwa Ruben Onsu telah resmi mendaftarkan gugatan hak asuh anak ke pengadilan.