Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda resmi meluncurkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek SAMAQUA diproduksi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat kemandirian fiskal Kota Samarinda.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, di Samarinda Kamis, menegaskan bahwa kehadiran produk besutan Perumda Tirta Kencana ini menjadi jawaban atas gagasan strategis untuk mengoptimalkan potensi daerah.
Selama ini, berbagai kegiatan pemerintahan masih bergantung pada produk air minum dari luar daerah. Padahal, Samarinda memiliki sumber air berkualitas, SDM kompeten, dan Perumda Tirta Kencana yang berpengalaman puluhan tahun.
"SAMAQUA bukan sekadar merek air minum, melainkan simbol kemampuan Samarinda mengolah potensi lokal menjadi produk berkualitas tinggi, aman, dan menyehatkan," ujar Andi Harun dalam peluncuran di halaman pabrik air kemasan itu di Palaran.
Ia mengatakan produk mineral lokal ini juga menjadi strategi jangka panjang pemkot untuk mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat serta sektor sumber daya alam yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi dan perubahan regulasi.
Pemkot Samarinda kini fokus menggeser transformasi penerimaan daerah dari sektor Sumber Daya Alam (SDA)?menuju perdagangan dan jasa.
Menurut Andi Harun, kesehatan fiskal daerah dijaga melalui dua strategi utama yakni efisiensi belanja secara maksimal dan pembangunan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
" Setiap botol air yang dibeli masyarakat dinilai berkontribusi langsung pada pembangunan kota lewat dividen BUMD yang masuk ke PAD," jelas Andi Harin.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar orientasi keuntungan tidak mengorbankan kualitas.
"Pemerintah wajib mendukung penuh fase awal usaha ini agar produksi, pemasaran, dan penerimaan masyarakat kuat. Setelah bisnisnya matang, barulah kontribusi dividennya dioptimalkan," imbuhnya.
Dari segi mutu, produk air kemasan lokal itu unggul dalam hasil uji laboratorium, khususnya pada indikator Derajat Keasaman (pH) dan Daya Hantar Listrik (DHL).
Perumda Tirta Kencana juga berinovasi dengan menghadirkan kemasan botol mini 220 ml untuk menggantikan kemasan gelas plastik konvensional.
Kemasan ini dinilai lebih praktis dan meminimalkan risiko kerusakan saat distribusi. Selain itu, tersedia varian botol 330 ml dan galon 19 liter yang diproduksi di kawasan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cendana.
Andi Harun menjamin lini bisnis baru ini tidak akan mengganggu pelayanan air bersih ke pelanggan.
"Unit bisnis ini berdiri sendiri dengan manajemen terpisah dan memiliki NIB khusus industri makanan dan minuman. Pelayanan air bersih tetap jadi prioritas utama," tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan produk Perumda Tirta Kencana itu sebagai kebanggaan bersama dan berharap produk ini tidak hanya ada di meja kantor pemerintahan, tetapi juga merambah toko kelontong dan warung warga.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pelayanan Perumda Tirta Kencana, Widyastuti Supartinah, memastikan seluruh legalitas produk mulai dari SNI, sertifikat halal, hingga izin edar BPOM telah terpenuhi.
"Mulai hari ini penjualan dibuka melalui pembayaran tunai maupun non-tunai (QRIS). Target kami tidak hanya memenuhi kebutuhan hotel, instansi pemerintah, dan ritel di Samarinda, tetapi juga menjangkau kabupaten/kota sekitarnya," jelas Widyastuti.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.