Saham Roblox Turun 70%, Petinggi Salahkan Kurangnya Game Viral

August 2026 · 3 minute read

Saham Roblox Anjlok

Saham Roblox – Roblox merupakan salah satu platform yang sangat ramai dan berisikan berbagai game dengan bermacam-macam genre. Tentunya ini membuatnya menjadi salah satu tempat dimana gamer dari berbagai kelompok usia berkumpul dan membuatnya menjadi populer.

Namun dibalik kepopulerannya tersebut, diketahui bahwa saham Roblox turun 70% dalam setahun terakhir. Mengapa saham platform ini turun meskipun mereka merupakan salah satu platform terpadat saat ini?

Saham Roblox Anjlok

Grafik Saham 1 Tahun Terakhir
Grafik Saham 1 Tahun Terakhir

Saham Roblox Corp (RBLX) saat ini telah turun 73,13% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, saham berada di angka 134,14 US Dollar dan kini saham perusahaan tersebut turun drastis menjadi 36,04 US Dollar.

Artinya, jika seseorang membeli saham senilai 1 Juta Rupiah di tahun 2025, kini saham tersebut hanya bernilai 300 Ribu Rupiah saja. Dan ini merupakan penurunan yang sangat drastis.

Penurunan ini diperkuat oleh laporan keuangan kuartal ke-2 2026 yang dibagikan pada tanggal 31 Juli 2026 kemarin. Menurut laporan tersebut, pertumbuhan jauh dibawah ekspektasi perusahaan.

Perusahaan juga kehilangan nilai pasar sekitar 70 Miliar US Dollar atau 1.100 Triliun Rupiah. Selain itu, jumlah pengguna aktif (DAU) Roblox untuk kuartal ke-2 ini juga menurun menjadi 123 Juta pengguna aktif harian. Pada tahun sebelumnya, tepatnya di kuartal ke-3 2025, jumlah pemain aktif harian menyentuh 152 Juta pengguna.

Roblox Salahkan Kurangnya Game Viral

Mulai Tinggalkan Game Viral Tahun Lalu
Mulai Tinggalkan Game Viral Tahun Lalu

Dalam laporan keuangan mereka, Roblox mengakui bahwa salah satu faktor yang membuat penurunan ini terjadi adalah kurangnya game-game viral. Menurut mereka, para pengguna menghabiskan waktu untuk mencoba game atau pengalaman baru dibandingkan game yang sudah bertahan lama.

Memang, pada tahun 2025 kemarin, banyak sekali game viral yang mendongkrak platform ini seperti game mendaki gunung, Grow a Garden, Steal a Brainrot, dan game-game lain yang menarik.

Namun, game-game tersebut mulai memudar dan ditinggalkan pemain. Pencipta game-game viral ini juga telah berusaha menciptakan game baru seperti Grow a Garden 2 namun masa viralnya hanya bertahan beberapa waktu saja.

Pernyataan Petinggi Roblox
Pernyataan Petinggi Roblox

Menurut Naveen K. Chopra, Chief Financial Officer Roblox, pergeseran perilaku pemain inilah yang membuat penurunan terjadi. Para pemain berpindah dari game-game viral tahun 2025 yang memiliki monetisasi tinggi menjadi beberapa game baru dengan monetisasi per jam yang lebih rendah.

Selain itu, perubahan algoritma rekomendasi yang kini mengoptimalkan game-game yang dapat dimainkan jangka panjang dibandingkan game baru sehingga ini mengorbankan monetisasi jangka pendek.

Bagaimana menurutmu, Brott? Apakah Roblox saat ini sudah mulai kekurangan game-game viral? Ataukah game ini memang sedang memasuki siklus penurunan yang biasa terjadi dengan game-game Live Service?


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Berita atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Javier Ferdano

Javier Ferdano

Gamer, Weebs, Kpoper, Wrestling Marks, and Comic Nerds. Also Auto Chess Moderator and E-sport Caster. Formerly Known as Sultan Jepi.