Saham emiten pertambangan milik Grup Bakrie kompak menguat pada sesi I perdagangan Kamis, 23 Juli 2026.
Hingga sekitar pukul 13.06 WIB, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sama-sama mencatat kenaikan dua digit, meski dengan karakteristik pergerakan yang berbeda.
BUMI, emiten yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, menjadi bintang dengan kenaikan paling tinggi. Saham melonjak 15 persen ke level Rp194 per saham, naik dari penutupan sebelumnya di Rp168. Sepanjang sesi perdagangan, saham ini dibuka di harga Rp169, dan sempat menyentuh level tertinggi Rp196.
Lonjakan tersebut diiringi aktivitas perdagangan yang sangat ramai. Pantauan RMOL, sebanyak 67,89 juta saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,23 triliun dalam 110.071 kali transaksi. Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp72,04 triliun, BUMI kini menempati peringkat ke-5 di industri terkait dan ke-34 di seluruh emiten Bursa Efek Indonesia.
Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), emiten yang bergerak di bidang jasa pertambangan (mining contractor), juga mencatat penguatan signifikan. Hingga pukul 13.06 WIB, saham naik 10 persen ke level Rp486 per saham dari posisi penutupan sebelumnya di Rp440.
DEWA dibuka di Rp438, sempat menyentuh level terendah Rp436, lalu terus menguat hingga mencapai harga tertinggi Rp486, yang juga menjadi posisi terakhir saat data diperbarui.
Dari sisi transaksi, volume perdagangan DEWA mencapai 14,67 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp691,9 miliar dalam 81.218 kali transaksi. Kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar Rp19,77 triliun, menjadikannya emiten dengan kapitalisasi terbesar kedua di industrinya dan berada di peringkat 101 dari seluruh perusahaan tercatat di BEI.
Meski sama-sama bergerak di sektor pertambangan, kedua saham menunjukkan profil yang berbeda. BUMI unggul dari sisi kenaikan harga, likuiditas, nilai transaksi, dan kapitalisasi pasar.
Sebaliknya, DEWA tampil lebih menarik dari sisi valuasi. Emiten kontraktor tambang tersebut memiliki price to earnings (PE) ratio sekitar 4 kali, jauh lebih rendah dibandingkan BUMI yang mencapai 48 kali, sehingga secara valuasi terlihat lebih murah.
Penguatan dua saham Grup Bakrie ini sekaligus menunjukkan tingginya minat investor terhadap sektor pertambangan pada perdagangan siang hari.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.