Rycko Menoza: Literasi politik harus dilakukan berkelanjutan

August 2026 · 2 minute read
Sosialisasi dan edukasi politik tidak boleh berhenti hanya saat momentum pemilu atau pilkada. Pendidikan pemilih harus dilakukan secara konsisten agar pemilih pemula dan generasi muda memahami hak serta kewajibannya dalam demokrasi

Bandarlampung (ANTARA) - Anggota Komisi II DPR RI Rycko Menoza mendorong sosialisasi dan literasi politik dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pemilih pemula dan generasi muda.

"Sosialisasi dan edukasi politik tidak boleh berhenti hanya saat momentum pemilu atau pilkada. Pendidikan pemilih harus dilakukan secara konsisten agar pemilih pemula dan generasi muda memahami hak serta kewajibannya dalam demokrasi," ujar Rycko dalam kegiatan literasi politik di Bandarlampung, Sabtu.

Ia mengatakan literasi politik dan pendidikan pemilih yang dilakukan secara berkelanjutan dapat mendukung penguatan fondasi demokrasi di Indonesia.

Baca juga: Legislator: Literasi politik Gen Z penentu masa depan demokrasi

Menurut dia, generasi muda perlu memiliki pemahaman yang memadai agar mampu menentukan pilihan secara rasional dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang menyesatkan.

"Cerdas memilih berarti tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi, politik uang, maupun politik identitas. Oleh karena itu, generasi muda harus berbasis pada rekam jejak, gagasan, dan integritas calon penentu kebijakan," katanya.

Rycko mengatakan generasi muda memiliki porsi suara yang signifikan dalam menentukan arah kepemimpinan bangsa. Keberanian untuk berpartisipasi secara rasional dan kritis menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Baca juga: Pakar politik dirikan Literasi Politik Indonesia guna jaga demokrasi

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, ia menilai pendidikan pemilih berkelanjutan perlu diimbangi dengan perbaikan tata kelola kependudukan dan penyempurnaan data pemilih oleh penyelenggara pemilu.

"Langkah tersebut penting dilakukan agar setiap warga negara yang memiliki hak pilih dapat terfasilitasi dengan baik tanpa kendala administratif pada ajang demokrasi mendatang," ujarnya.

Rycko berharap sinergi antara lembaga legislatif, penyelenggara pemilu, dan elemen masyarakat terus terjalin untuk menjaga kualitas demokrasi nasional yang lebih inklusif dan substansial.

Baca juga: DPR RI: Pemilu demokratis juga tercipta dari tahapan literasi politik

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.