Russell sebut mustahil bisa lawan Kimi Antonelli di GP Belgia

July 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Pembalap Mercedes George Russell sebut mustahil bisa melawan dominasi rekan setimnya Kimi Antonelli di Grand Prix Belgia yang berlangsung di Spa-Francorchamps, Minggu malam WIB.

Russell menjalani sesi kualifikasi pada Sabtu malam WIB dengan perasaan frustrasi karena tidak menemukan performa laju mobil sesuai dengan yang diinginkannya.

"Sejujurnya rasanya menyenangkan. Tapi kami baru saja berurusan dengan masalah kecepatan mobil ketika memasuki lintasan garis lurus sejak Silverstone, dan kami pikir kami menemukan masalahnya - mengubahnya, itu bukan masalahnya," ujar Russell mengenai kemungkinannya melawan Kimi Antonelli dikutip dari Formula 1, Minggu.

"Kami pikir itu adalah gaya mengemudi, dan mencoba gaya mengemudi yang berbeda, itu bukan solusi. Kerugian hanya astronomi pada saat ini tapi, setelah melihat data, saya merasa positif dengan pekerjaan yang saya lakukan," imbuh pembalap asal Inggris tersebut.

Baca juga: Jadwal Formula 1 GP Belgia: Ujian bagi duo Mercedes

Menurut Russell banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukannya ketika nanti tampil di balapan utama GP Belgia. Terutama mengenai kondisi mobilnya yang masih belum bisa stabil untuk bisa kencang di lintasan lurus.

Kimi Antonelli menorehkan pole position dengan catatan waktu 1 menit 44,361 detik. Sementara Russell akan balapan dari urutan ketiga di belakang Kimi dan pembalap Red Bull Max Verstappen.

Russell mengaku bahwa saat ini Kimi lebih diunggulkan darinya untuk bisa memetik kemenangan di GP Belgia mengingat pembalap Italia tersebut mampu menemukan performa impresif dengan mobilnya.

"Berjuang melawan Kimi di saat terbaik sangat sulit dalam pertarungan yang adil. Ketika kami berada dalam situasi (masalah seperti) ini, tidak mungkin," ujar Russell.

— Formula 1 (@F1) July 18, 2026

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.