Rusia mengingatkan akan membalas ke negara Eropa jika terancam

September 2026 · 2 minute read

Rusia mengingatkan akan membalas ke negara Eropa jika terancam

Minggu, 27 September 2026 17:51 WIB

Image Print

Petugas pemadam kebakaran berjalan di sepanjang jalan yang dipenuhi puing-puing setelah serangan pesawat nirawak (drone) Rusia terhadap sebuah gedung perkantoran di Kyiv, Ukraina, pada 25 September 2026. ANTARA/Maciek Musialek - Anadolu Agency /pri.

New York (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pernyataan negara-negara Eropa mengenai persiapan perang dengan Rusia pada akhirnya dapat menjadi "ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya".

"Eropa yang sedang bersiap untuk berperang dengan kami. Setiap hari mereka menegaskan bahwa paling lambat 2030, 'kami, orang-orang Eropa, harus siap berperang'. Sikap seperti itu bisa menjadi ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya," kata Lavrov.

Lavrov menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers setelah Pekan Tingkat Tinggi Sidang Umum PBB di New York.

Dia mengatakan negara-negara Eropa saat ini menginvestasikan dana dalam jumlah besar untuk produksi persenjataan.

"Dan pada suatu saat, seorang petualang, dan saat ini ada banyak orang seperti itu di kalangan elite mereka, akan berkata: 'Kawan-kawan, kita telah menimbun begitu banyak (senjata), apa yang harus kita lakukan dengannya? Tidak ada tempat untuk menyimpannya. Namun kita berjanji menyerang Rusia'," kata Lavrov.

"Dalam skenario itu, mereka akan menyerang kami karena kami tidak berniat melakukan hal tersebut," tambahnya.

Lavrov mengingat kembali pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai kemungkinan serangan Eropa terhadap Rusia.

"Kami tidak akan ragu," kata Lavrov mengutip pernyataan Putin.

Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia melaporkan aktivitas NATO yang belum pernah terjadi sebelumnya di dekat perbatasan baratnya. NATO memperluas berbagai inisiatifnya dengan menyebut langkah tersebut sebagai upaya "membendung agresi Rusia".

Kremlin menyatakan Rusia tidak mengancam siapa pun, tetapi tidak akan mengabaikan tindakan yang dinilai berpotensi membahayakan kepentingannya.

Sumber: Sputnik

Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.