Rusia Hujani Kyiv dengan 28 Rudal dan 115 Drone, Ukraina Akui Tak Satu Pun Rudal Berhasil Dicegat

August 2026 ยท 2 minute read

AKURAT.CO Rusia melancarkan salah satu serangan udara terbesar ke ibu kota Ukraina, Kyiv, dan wilayah sekitarnya pada Rabu (5/8/2026) dini hari. Dalam serangan semalam itu, Moskow menembakkan 28 rudal dan 115 drone, menewaskan sedikitnya 17 orang serta melukai puluhan lainnya.

Yang paling menjadi perhatian adalah pengakuan Angkatan Udara Ukraina bahwa tidak ada satu pun rudal Rusia yang berhasil dicegat. Kondisi ini memperlihatkan semakin beratnya tekanan terhadap sistem pertahanan udara Ukraina yang disebut mulai mengalami kekurangan rudal pencegat.

Berdasarkan keterangan Angkatan Udara Ukraina melalui Telegram, Rusia meluncurkan 24 rudal balistik, empat rudal antikapal, dan 115 drone ke sejumlah wilayah Ukraina.

Dari total drone yang diluncurkan, sebanyak 98 berhasil ditembak jatuh. Namun, seluruh rudal Rusia dilaporkan berhasil menembus pertahanan udara dan menghantam sedikitnya 26 lokasi berbeda.

Kegagalan mencegat seluruh rudal tersebut menjadi salah satu indikasi meningkatnya efektivitas serangan rudal balistik Rusia sekaligus memperlihatkan tantangan besar yang dihadapi Ukraina dalam mempertahankan wilayah udaranya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan itu sebagai salah satu yang paling besar dan paling merusak dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Zelensky, sedikitnya 17 orang tewas dan 44 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Ia mengatakan mayoritas sasaran merupakan objek sipil, termasuk gudang perusahaan, pusat logistik, infrastruktur umum, hingga sebuah stasiun kereta api.

Beberapa fasilitas yang dilaporkan mengalami kerusakan antara lain pabrik bir, gudang bahan bangunan, serta pusat distribusi logistik yang disebut tidak memiliki kaitan langsung dengan aktivitas militer.

Zelensky kembali mendesak negara-negara sekutu agar segera mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara dan rudal pencegat tambahan. Menurutnya, keterlambatan pasokan sistem anti-rudal balistik telah berdampak langsung pada tingginya jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

Selain itu, ia meminta negara-negara G7, Uni Eropa, dan mitra internasional memperketat sanksi terhadap industri rudal balistik Rusia. Zelensky menilai masih terdapat sektor produksi rudal Rusia yang belum sepenuhnya terkena sanksi internasional.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan tersebut ditujukan ke pusat transportasi, logistik, dan distribusi militer di Kyiv serta wilayah sekitarnya.

Moskow mengklaim target operasi mencakup fasilitas penyimpanan komponen drone, sistem peperangan elektronik, dan tiga kapal kargo. Rusia juga mengaku berhasil menembak jatuh 475 drone Ukraina yang diluncurkan menuju wilayahnya hingga Rabu pagi.

Hingga saat ini, klaim yang disampaikan Rusia maupun Ukraina belum dapat diverifikasi secara independen.

Gelombang serangan terbaru ini kembali menunjukkan eskalasi perang Rusia-Ukraina yang belum mereda. Di saat yang sama, meningkatnya intensitas serangan rudal balistik Rusia semakin memperkuat kebutuhan Ukraina akan tambahan sistem pertahanan udara dari negara-negara sekutunya.

Sumber: ABC