Rupiah diprediksi melemah karena pelaku pasar tunggu rilis data NFP AS

August 2026 · 2 minute read

Rupiah diprediksi melemah karena pelaku pasar tunggu rilis data NFP AS

Rabu, 5 Agustus 2026 11:30 WIB

Image Print

Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (27/7/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz

Jakarta (ANTARA) - Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa memperkirakan rupiah melemah seiring pelaku pasar menunggu rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS).

“Pelemahan rupiah saat ini masih lebih dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Pelaku pasar menunggu rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Selain itu, katanya lagi, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga memberikan tekanan pada mata uang emerging markets, termasuk rupiah.

Melihat sentimen domestik, pasar disebut mencermati rilis Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Juni 2026 yang menunjukkan defisit lebih kecil dari perkiraan, serta inflasi Juli yang tetap berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia.

Hari ini, dia menyampaikan bahwa perhatian investor akan tertuju pada rilis Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026.

“Apabila pertumbuhan ekonomi berada di atas ekspektasi pasar, rupiah berpotensi memperoleh sentimen positif karena mencerminkan fundamental ekonomi domestik yang tetap solid,” ujar Amru.

Dalam jangka pendek, rupiah diprediksi bergerak pada kisaran Rp17.950-Rp18.100 per dolar AS. Meskipun tekanan eksternal masih mendominasi, ruang pelemahan diprediksi relatif terbatas karena didukung oleh inflasi domestik yang tetap terkendali, prospek pertumbuhan ekonomi yang masih positif, serta komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Ke depan, dia menekankan bahwa arah rupiah akan dipengaruhi oleh hasil rilis PDB Indonesia hari ini dan data ketenagakerjaan AS pada akhir pekan.

“Jika PDB Indonesia lebih baik dari perkiraan dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali mereda, rupiah berpeluang menguat. Sebaliknya, apabila data ekonomi AS kembali menunjukkan penguatan sehingga mendorong dolar AS terapresiasi, rupiah masih berpotensi bergerak mendekati batas atas kisaran proyeksi tersebut,” kata dia pula.

Pewarta : M Baqir Idrus Alatas
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026