Rizki Juniansyah dipastikan absen di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 - ANTARA News Megapolitan

September 2026 · 2 minute read

Nagoya, Jepang (ANTARA) - Lifter Indonesia Rizki Juniansyah dipastikan absen pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) menolak permohonan pencabutan penangguhan sementara yang dijatuhkan Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).

Dalam pernyataan bersama Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Rizki Juniansyah, Minggu, disebutkan bahwa penangguhan sementara tersebut merupakan tindakan prosedural selama proses persidangan terkait dugaan pelanggaran kewajiban keberadaan (whereabouts).

"Kami menyayangkan bahwa Rizki, yang merupakan juara bertahan Olimpiade dan Dunia, tidak dapat mewakili Indonesia di Nagoya, dan kami menyampaikan terima kasih kepada tim, federasi, serta masyarakat Indonesia atas dukungan yang diberikan," demikian pernyataan bersama tersebut.

Baca juga: Rizki Juniansyah sabet medali emas pada Kejuaraan Dunia

Kewajiban keberadaan merupakan ketentuan antidoping yang berkaitan dengan ketersediaan atlet untuk menjalani pemeriksaan doping di luar kompetisi.

PABSI, KOI, dan Rizki menegaskan bahwa penangguhan tersebut bukan merupakan temuan bahwa Rizki telah melakukan pelanggaran aturan antidoping. Pemeriksaan terhadap pokok perkara juga baru akan dimulai.

"Kasus ini tidak berkaitan dengan zat terlarang apa pun," demikian pernyataan bersama tersebut.

Rizki membantah tuduhan tersebut dan akan membela kasusnya di hadapan CAS dengan dukungan penuh dari PABSI dan KOI.

PABSI, KOI, dan Rizki menyatakan menghormati keputusan CAS serta proses antidoping yang sedang berjalan dan akan bekerja sama sepenuhnya dalam proses tersebut.

Sebelumnya, Rizki, yang meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 kelas 73kg disiapkan turun pada kelas 85kg putra di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pewarta: Arindra Meodia
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.