Respons Kubu Sarwendah Soal Viral Chat WA ke Ruben tentang Obat HIV

August 2026 · 4 minute read

CNN Indonesia

Kamis, 06 Agu 2026 13:34 WIB

Ruben Onsu dan Sarwendah hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (6/8/2026).
Sarwendah hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (6/8/2026). (CNN Indonesia/Vandeniar)

Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak Sarwendah buka suara terkait pesan WhatsApp yang bocor saat kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memperlihatkan percakapan antara Sarwendah dan Ruben dalam podcast Denny Sumargo.

Rumor Ruben Onsu positif HIV mencuat setelah cuplikan percakapan di podcast Denny Sumargo yang tayang pada Sabtu (1/8) tersebut menjadi sorotan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat Minola menunjukkan layar ponselnya dalam wawancara, netizen menangkap layar dan memperbesar tampilan chat. Dari sana, muncul dugaan bahwa Sarwendah sempat menanyakan apakah Ruben masih mengonsumsi obat HIV atau antiretroviral (ARV).

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, membenarkan bahwa pesan tersebut memang dikirimkan oleh kliennya. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membuka isu tersebut.

"Pertama, tadi kami juga bukan yang membuka terkait dengan penyakit tiga huruf itu, bukan dari kami ya," kata Chris Sam Siwu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/8).

"Saya tidak mau bahas terlalu jauh terkait penyakit tiga huruf karena itu privasi ya. Tetapi chat yang tidak sengaja terlihat pada saat acaranya podcast Densu itu, itu adalah chat yang benar dilakukan chat-nya kepada klien Bang Minola," lanjutnya.

"Tetapi isinya kami tidak mau berkomentar ya, jadi saya harap mohon dihormati karena ada anak-anak yang kita jaga."

Tak lama setelah rumor mencuat, Minola juga sempat menjelaskan di media sosialnya pada akhir pekan. Ia mengatakan hasil tes Ruben adalah "non-reaktif" dengan menunjukkan sejumlah dokumen hasil pengujian laboratorium akan darah kliennya.

Pilihan Redaksi

Dalam tes HIV, memang hanya dikenal "reaktif" atau "non-reaktif" sebagai langkah kehati-hatian mengingat sifat virus HIV yang memiliki masa jendela atau window period. Meski begitu, hasil non-reaktif bisa dianggap sebagai negatif bila konsisten dalam beberapa kali pengetesan hingga lepas masa jendela.

Saat hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (6/8) dan ditanya mengenai perbedaan tanggal lahir dalam hasil pemeriksaan kesehatan yang beredar, Minola menegaskan hanya menunjukkan dokumen yang diberikan Ruben kepadanya.

Minola juga membantah membocorkan isi chat dalam podcast Densu. Menurutnya, yang ia tampilkan hanya tanggal-tanggal percakapan untuk membuktikan Sarwendah mengenali nomor Whatsapp tersebut.

"Tanya aja sama dia, tanya sama yang ngomong sakit kan mereka, tanya sama merekalah. Tanya sama mereka, yang mendalilkan sesuatu itu yang membuktikannya. Tanya sama Ruben... Saya hanya menunjukkan hasil yang diberikan Ruben sama saya," kata Minola, Kamis (6/8).

"Tapi kami sudah menyampaikan apa yang menjadi porsi kami untuk meluruskan, masalah percaya atau tidak percaya kembali kepada netizen karena kan masing-masing punya keyakinan. Kami enggak ada kewajiban untuk menjelaskan lebih jauh."

Ruben Onsu dan Sarwendah hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (6/8/2026).Ruben Onsu dan pengacaranya hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (6/8/2026). Foto: (CNN Indonesia/Vandeniar)

Meski enggan mengomentari dugaan penyakit maupun obat yang menjadi sorotan, pihak Sarwendah menegaskan bahwa klien mereka selama ini telah menjalankan kewajibannya sebagai istri, termasuk saat Ruben mengalami kondisi kesehatan yang disebut berada di titik terendah.

Pihaknya juga tidak menjelaskan penyakit yang dimaksud. Namun Ruben memang pernah diberitakan mengidap penyakit langka Empty Sella Syndrome (ESS) pada 2022.

Kondisi tersebut terjadi ketika struktur tulang di dasar otak (sella turcica) menekan kelenjar pituitari sehingga memicu penurunan kadar hemoglobin (HB) dan membuatnya harus menjalani perawatan intensif.

"Klien kami pernah menjaga suaminya pada saat masa pernikahan, di saat suaminya sedang mengalami sakit kesehatan yang titik terendah dari kesehatan suaminya," kata Chris Sam Siwu di PN Jaksel, Kamis (6/8).

"Klien kami menjaga dengan setia, tidak meninggalkannya di saat itu, sampai si suami bisa pulih kembali dan beraktivitas seperti semula. Artinya istri ini sudah menjalankan tugasnya dengan baik pada saat pernikahan ya."

"Lalu ada di akhir pernikahan ada pertengkaran besar, marah besar, itu harus menjadi pertanyaan buat kita semua, kenapa sampai marah? Itu yang harus kita bisa pahami bersama," kata Chris menyinggung soal video CCTV pertengkaran Sarwendah dan Ruben yang menyebar di media sosial.

Sementara itu, sidang mediasi gugatan hak asuh anak yang dilayangkan Ruben Onsu kepada Sarwendah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/8), ditunda lantaran hakim mediator berhalangan hadir.

Sidang mediasi selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 13 Agustus 2026.

Meski demikian, Ruben Onsu dan Sarwendah tetap hadir di PN Jakarta Selatan hari ini sesuai jadwal. Sarwendah tiba sekitar pukul 09.43 WIB, sementara Ruben menyusul sekitar pukul 10.20 WIB.

(van/end)

[Gambas:Video CNN]