Medan (ANTARA) - Universitas Sumatera Utara (USU) telah menetapkan arah kebijakan strategis periode 2026–2031 yang berfokus pada lima pilar utama sebagai upaya mempercepat peningkatan kualitas dan memperluas kontribusi dalam memberi solusi pembangunan nasional.
Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Muryanto Amin pada acara pengukuhan lima Guru Besar USU, di Medan, Selasa, mengatakan, pilar pertama adalah penguatan tata kelola adaptif yang menjadi fondasi agar universitas memiliki sistem manajemen yang responsif terhadap perubahan.
Kemudian pengembangan Tri Dharma-driven university menempatkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian sebagai penggerak utama seluruh aktivitas institusi.
Selanjutnya digitalisasi dan pengembangan smart campus diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan akademik. Penguatan enterprise dan endowment fund menjadi langkah strategis menuju kemandirian pendanaan.
Sementara itu, internasionalisasi dan penguatan global branding dilakukan untuk memperluas jejaring serta meningkatkan reputasi Universitas Sumatera Utara di tingkat global.
"Kelima pilar itu dirancang saling terhubung dan tidak dapat dijalankan secara terpisah. Tri Dharma harus menjadi core engine yang menggerakkan seluruh aktivitas kampus," katanya.
Baca juga: Rektor: USU sudah miliki 232 Guru Besar dari berbagai disiplin ilmu
Ia mengatakan, tantangan bagi guru besar yaitu membiasakan pemikiran filosofi diterjemahkan menjadi aksiologi yang menghasilkan relevansi realitinya.
"Sebagai cara untuk menghadapi tantangan global dan nasional tersebut, kita perlu mengetahui posisi Universitas Sumatera Utara secara jujur dan komparatif," ujarnya.
Ia menyebutkan berbagai pemeringkatan internasional dan capaian publikasi terindeks Scopus memberi gambaran posisi USU dalam peta pendidikan tinggi nasional dan global.
Namun, jika dibandingkan dengan sejumlah perguruan tinggi lain di Indonesia, posisi tersebut menunjukkan bahwa USU masih berada dalam fase penguatan dan konsolidasi.
Oleh karena itu, pemeringkatan perlu dimaknai sebagai alat evaluasi untuk mempercepat peningkatan kualitas dan memperluas kontribusi Universitas Sumatera Utara memberi solusi pembangunan nasional.
Baca juga: USU perkuat upaya internasionalisasi pendidikan tinggi
"Salah satu persoalan struktural yang masih kita hadapi adalah adanya kesenjangan antara riset dan pemanfaatannya, yang sering disebut sebagai valley of death. Di sinilah perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Sumatera Utara, masih menghadapi tantangan besar," katanya.
Pewarta: Juraidi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.