Bagikan:
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Riau untuk meningkatkan keandalan pasokan air sekaligus mendorong produktivitas pertanian dalam rangka memperkuat swasembada pangan nasional.
Program tersebut ditargetkan memberikan manfaat layanan irigasi kepada 18.453 hektare lahan pertanian di Riau. Rehabilitasi jaringan irigasi dilaksanakan di lima kabupaten melalui Program Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Kewenangan Daerah berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi optimal menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian. Oleh karena itu, pemerintah terus memastikan ketersediaan air dapat menjangkau lahan pertanian, termasuk wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan layanan irigasi.
"Kementerian PU memastikan air yang ada di bendungan, bendung dan sungai bisa mengalir ke sawah-sawah terjauh. Kami melakukan rehabilitasi daerah irigasi menjadi kewenangan pusat, provinsi, kabupaten dan kota karena sudah ada Inpres Irigasi Nomor 2 Tahun 2025 yang memungkinkan kami mengerjakan irigasi kewenangan non pemerintah pusat," kata Dody saat meninjau rehabilitasi Daerah Irigasi (D.I.) Rawa Sawah di Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Selasa, 4 Agustus.
Menurut Dody, rehabilitasi jaringan irigasi akan meningkatkan keandalan pelayanan air bagi lahan pertanian. Dengan pasokan air lebih terjamin, petani diharapkan memiliki kepastian dalam mengatur pola tanam, sehingga intensitas tanam dan hasil produksi dapat ditingkatkan.
Di Kuantan Singingi, D.I. Rawa Sawah menjadi salah satu lokasi rehabilitasi dalam pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2025 Tahap III. Daerah irigasi tersebut memiliki luas baku 471 hektare, dengan luas fungsional saat ini mencapai 129,2 hektare.
Produktivitas padi di kawasan tersebut saat ini berada pada kisaran 3,5–4,5 ton per hektare dengan indeks pertanaman (IP) 100–200. Melalui perbaikan jaringan irigasi, pemerintah menargetkan keandalan layanan air meningkat, sehingga potensi lahan dan produktivitas pertanian dapat terus dioptimalkan.
Pekerjaan rehabilitasi D.I. Rawa Sawah mencakup rehabilitasi saluran sepanjang 430,5 meter, normalisasi saluran sepanjang 1,2 kilometer serta rehabilitasi satu unit bendung bronjong sepanjang 56 meter.
Paket pekerjaan tersebut ditargetkan memberikan manfaat layanan irigasi seluas 125 hektare. Perbaikan jaringan diharapkan membuat distribusi air lebih efisien sekaligus mengurangi kehilangan air di sepanjang saluran.
Secara keseluruhan, rehabilitasi tujuh daerah irigasi di Kabupaten Kuantan Singingi menelan anggaran Rp14,84 miliar. Program itu menjadi bagian dari pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2025 yang diarahkan untuk mempercepat perbaikan jaringan irigasi guna mendukung program swasembada pangan.
BACA JUGA:
Program tersebut mencakup rehabilitasi daerah irigasi di lima kabupaten di Riau. Selain tujuh daerah irigasi di Kuantan Singingi, program juga meliputi tujuh daerah irigasi di Kabupaten Siak, 11 daerah irigasi di Kabupaten Rokan Hilir, 17 daerah irigasi di Kabupaten Indragiri Hilir serta 11 daerah irigasi di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Adapun total anggaran pelaksanaan program di Riau mencapai Rp107,28 miliar. Apabila seluruh tahapan pekerjaan selesai, jaringan irigasi yang direhabilitasi mencapai 429,42 kilometer.
Secara terperinci, rehabilitasi pada Tahap I mencapai 242,44 kilometer, Tahap II sepanjang 182,45 kilometer dan Tahap III sepanjang 4,525 kilometer. Sementara manfaat layanan irigasi yang dihasilkan mencapai 18.453 hektare lahan, terdiri atas 15.236 hektare pada Tahap I, 2.534 hektare pada Tahap II dan 683 hektare pada Tahap III.
Menurut Kementerian PU, peningkatan keandalan infrastruktur irigasi tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bagi sawah, tetapi juga dapat mendorong produktivitas pertanian dan perekonomian daerah.
Melalui percepatan rehabilitasi jaringan irigasi, pemerintah berharap infrastruktur air mampu memberikan kepastian bagi petani dalam meningkatkan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+