RD Kongo tunjukkan tanda-tanda awal stabilisasi wabah ebola

July 2026 · 2 minute read

Kinshasa (ANTARA) - Kasus baru infeksi Ebola di beberapa provinsi yang terdampak di Republik Demokratik (RD) Kongo sedang menunjukkan tanda-tanda awal stabilisasi, meskipun masih terlalu dini untuk menentukan apakah wabah tersebut telah mencapai puncaknya, kata seorang pejabat kesehatan setempat pada Rabu (22/7).

Manajer operasi untuk koordinasi respons Ebola nasional RD Kongo Adelard Lufongola mengatakan bahwa laporan kasus telah memasuki fase stabil, dengan sedikit tren penurunan.

"Namun secara epidemiologis, masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa kita telah mencapai puncak wabah," kata Lufongola dalam konferensi pers di Bunia, ibu kota Provinsi Ituri, RD Kongo timur, yang juga merupakan pusat wabah Ebola.

Menurut Lufongola, kapasitas respons terus berkembang, dengan 23 pusat perawatan Ebola, 19 laboratorium operasional, dan hampir 800 tempat tidur kini tersedia di daerah-daerah yang terdampak.

Terlepas dari kemajuan yang telah dicapai, penolakan masyarakat, kerawanan keamanan, dan penyebaran wabah secara geografis tetap menjadi tantangan utama, katanya.

Dia juga menekankan bahwa deteksi dini, kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan, dan kepatuhan terhadap langkah-langkah pencegahan sangat penting untuk memutus rantai penularan.

Data terbaru pemerintah menunjukkan bahwa RD Kongo telah melaporkan 2.473 kasus terkonfirmasi hingga 20 Juli, termasuk 999 pasien meninggal dunia dan 482 pasien sembuh. Sebanyak 737 pasien masih menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit.

Wabah yang disebabkan oleh virus Ebola Bundibugyo ini diumumkan pada 15 Mei dan telah berdampak di lima provinsi di RD Kongo timur.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.