Jakarta -
Restoran Indonesia ini menawarkan menu baru yang bikin foodies puas! Ada rahang tuna rica hingga olahan rib eye bumbu andaliman menarik selera.
Rahang tuna rica-rica hingga rib eye andaliman jadi sorotan menu baru Antarasa yang mengusung cita rasa khas Nusantara berani, tapi rasanya tetap akrab di lidah. Restoran ini punya beberapa cabang di Jakarta, seperti di kawasan One Satrio, Kuningan; Central Park Mall; dan Puri Indah Mall.
Kurasi menu barunya disusun oleh chef Arcad Fadillah dan mulai disajikan pada 14 Oktober 2026. Chef Arcad mengungkap rasa menu barunya jelas, yakni berani dan tegas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya suka rasa yang berani, bold. Kalau asam ya asam, gurih ya gurih, pedas ya pedas," ujarnya dalam acara temu media (1/10).
Satu prinsip yang ia pegang adalah rasa harus 'nyambung' dengan lidah orang Indonesia, bukan sekadar tampil cantik di piring.
CHef Arcad dari Antarasa sajikan Rahang Tuna Rica yang sayang dilewatkan. Foto: Beta Lukitasari Wijaya
Salah satu hidangan yang paling menonjol adalah Rahang Tuna Rica Bakar. Bagian rahang ini berasal dari ikan tuna berukuran besar dengan bobot mencapai 400 sampai 600 gram.
Bagian pipi dan lehernya memiliki lemak alami yang membuat daging terasa lembut saat dibakar tanpa terasa terlalu berminyak.
"Saya paling suka masak bagian pipi dan leher, karena lemaknya seimbang," kata Chef Arcad. Hidangan ini kemudian dibumbui sambal rica-rica Manado.
Pengunjung tidak perlu repot menyantap menu ini. Tim restoran siap melepaskan daging dari tulang di meja dengan sarung tangan dan dua pisau. "Tinggal makan aja," tutur Chef Arcad.
Bagi pencinta daging, tersedia Bone-In Rib Eye Andaliman, yakni daging sapi premium dengan sambal andaliman yang berkarakter citrus.
Pilihan lain adalah Lidah Bakar Gulai Hijau dan Buntut Maranggi Bakar. Untuk hidangan laut (seafood), ada Barramundi Gulai Minang yang cocok disantap bersama-sama.
Pengunjung yang datang sendiri bisa mencoba Nasi Goreng Antarasa dengan sumsum sapi bakar dan sate lidah sapi sambal hijau dengan perpaduan bumbu manis dan pedas yang kenyal saat dikunyah.
Pelengkapnya adalah camilan seperti Tahu Isi Kecombrang atau Cendawan Goreng Daun Kari.
Semua menu yang disajikannya tak ada satupun yang gagal memanjakan lidah. Foto: Beta Lukitasari Wijaya
Untuk hidangan pembuka, ada Salmon Asam Limau yang patut dicoba. Sajian ini memadukan cita rasa segar salmon dengan sentuhan rasa asam dari jeruk limau.
Penutup manisnya adalah Nangka Gula Melaka Cheesecake.
Chef Arcad menolak menyebut konsepnya sebagai masakan tradisional yang dibuat lebih mewah. Ia memilih istilah reimagine.
"Dari awal saya tidak mau bikin restoran Indonesia yang fancy. Harus approachable dan affordable supaya setiap orang bisa makan dan merasakannya," tuturnya.
Soal keotentikan, Chef Arcad juga berhati-hati. "Autentik bagi siapa? Beda rumah beda resep," katanya.
Sebagai orang Padang, ia mencontohkan rendang buatan ibunya yang berbeda dari rendang buatan temannya.
Menurutnya, makanan Indonesia kini semakin naik kelas dan akan makin banyak dieksplorasi pada 2027. Antarasa sendiri menargetkan pembukaan gerai premium pada tahun tersebut.
(dfl/adr)