Purbaya Tegur Pemda: Jangan Kebanyakan Taruh Uang di Bank!

September 2026 ยท 2 minute read

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau untuk pemerintah daerah tidak banyak menaruh uang di perbankan. Hal tersebut, ujar Purbaya, untuk mengoptimalkan setiap rupiah bisa memberikan dampak ekonomi yang optimal.

"Tolong disampaikan ke daerah, jangan kebanyakan taruh uang di perbankan sehingga dampak ke ekonominya tidak terlalu terasa. Harusnya mereka optimalkan uangnya sehingga setiap uang yang kita tempatkan ke daerah ekonominya bisa optimal terasa," ujar Purbaya saat rapat dengan Komite IV DPD RI di Gedung DPD pada Senin (14/9/2026).

Purbaya memaparkan bahwa kondisi keuangan daerah relatif baik dan saat ini daerah memiliki uanga Rp195,2 triliun.

"Sejalan dengan itu perlu akselerasi untuk dieksekusi untuk ekonomi yang optimal," tegasnya.

Purbaya juga menekankan bahwa pihaknya terus memonitor kondisi keuangan daerah secara rutin tiap bulan. Jika nantinya ada fungsi fiskal daerah yang tidak berjalan, Purbaya sendiri mengaku akan ikut turun tangan.

"Kalau ada indikasi gangguan kita akan hadap Presiden untuk solusi itu. Agustus lalu disalurkan Rp20,5 triliun bantuan dana pusat sesuai APBD. Itu belum dihitung dengan TKD," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Purbaya juga mengatakan transfer ke daerah (TKD) pada tahun depan mengalami peningkatan sebesar Rp 42 triliun atau 6,06% dari pagu awal tahun 2026. Dengan demikian, total belanja pusat mencapai Rp 735 triliun pada tahun depan, dibandingkan Rp 696,89 triliun pada 2026.

Purbaya pun mengatakan transfer ke daerah selalu meningkat. Bahkan, pada tahun depan, belanja pusat yang dinikmati oleh daerah meningkat sebesar Rp 85 triliun.

"Belanja pusat yang dinikmati pemerintah daerah meningkat menjadi Rp 1.445 triliun rupiah atau naik sebesar Rp 85 triliun rupiah, tahun lalu itu hanya Rp 1.300 triliunan," kata Purbaya, Senin (14/9/2026).

Jadi ketika tahun lalu TKD dikurangi sebesar Rp 200 triliun, belanja pusat yang dinikmati daerah naik Rp 400 triliun pada 2026 dan naik lagi sebesar Rp 85 triliun pada 2027.

"Secara total nett-nya uang yang dibelanjakan daerah tidak pernah berkurang," ujarnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]