Selasa, 04 Agustus 2026, 16:44 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah belum membahas pemberian insentif untuk kendaraan hybrid. Saat ini, pembahasan insentif masih difokuskan pada kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV).
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai menghadiri The 20th Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/8/2026).
"Saya belum dengar rencana itu (hybrid diberikan insentif). Yang saya dengar baru untuk BEV (Battery Electric Vehicle), baik yang menggunakan baterai berbasis nikel maupun lithium," kata Purbaya.
Purbaya menjelaskan pemerintah masih mematangkan skema insentif kendaraan listrik. Paket stimulus yang sedang disiapkan antara lain berupa pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk kendaraan listrik tertentu.
"Stimulus EV, termasuk untuk 500.000 motor listrik dan mobil BEV ada pembebasan 100 persen PPnBM, PPN, serta insentif 40 persen untuk mobil listrik tertentu," kata Purbaya.
"Masih dihitung, masih didiskusikan. Nanti diumumkan setelah semuanya siap," tambahnya.
Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan insentif mobil listrik akan disalurkan melalui skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Besaran insentif diperkirakan berkisar antara 40 persen hingga 100 persen, bergantung pada jenis baterai yang digunakan.
"Mobil yang baterainya berbasis nikel dan non-nikel akan berbeda skemanya. Perhitungannya nanti dilakukan oleh Menteri Perindustrian. Kenapa yang nikel lebih besar subsidinya? Karena supaya nikel kita terpakai," kata Purbaya.
Kebijakan tersebut sejalan dengan revisi Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 35 Tahun 2025 yang mengubah mekanisme perhitungan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP). Aturan itu juga mendorong peningkatan penggunaan komponen lokal agar produsen memenuhi syarat memperoleh insentif kendaraan listrik.
Baca Juga: Janjikan Insentif, Purbaya Lobi Toyota Pindahkan Basis Produksi ke RI
Purbaya menegaskan pemerintah berharap kebijakan tersebut tidak hanya mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, insentif juga diharapkan mampu memperkuat industri manufaktur nasional.
"Semangat kita yakni kita akan memastikan semua mesin ekonomi akan berjalan, demand sudah jalan, sekarang di sektor manufaktur," kata Purbaya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy