Pangkalpinang (ANTARA) - PT Timah (Persero) Tbk bersinergi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung memperkuat pengamanan objek vital nasional (Obvitnas) guna memastikan seluruh kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan aman, tertib, efektif dan berkelanjutan.
"Pengamanan ini bukan hanya tanggung jawab satu unit atau satu unsur saja, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen, koordinasi, dan kesamaan pemahaman," kata Direktur Operasi PT Timah (Persero) Tbk, Handy Geniardi di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan penguatan pengamanan Obvitnas ini dilakukan melalui pembinaan teknis sistem manajemen pengamanan objek vital nasional sebagai bagian dari upaya memastikan kegiatan operasional PT Timah (Persero) Tbk sebagai Obvitnas berjalan aman, tertib, efektif dan berkelanjutan.
"Sistem manajemen pengamanan ini tidak boleh hanya berorientasi pada respons ketika terjadi gangguan. Lebih penting adalah mampu mencegah, meningkatkan kesiapsiagaan, merespons secara tepat, dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan," ujarnya.
Menurut dia, melalui pembinaan teknis ini diharapkan dapat menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi, sekaligus memastikan sistem pengamanan yang telah dibangun dapat diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah kerja PT Timah (Persero) Tbk, baik Area Bangka, Belitung, maupun di Kundur, Kepulauan Riau.
"Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pemahaman secara konseptual, tetapi menghasilkan langkah nyata dan perbaikan yang dapat langsung diimplementasikan di masing-masing unit kerja," katanya.
Ia menyatakan proses bisnis perusahaan semakin dinamis membuat sistem pengamanan perusahaan perlu terus beradaptasi. Karena itu, penerapan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) diarahkan agar semakin kuat, terintegrasi, terukur, dan mampu mengantisipasi berbagai potensi risiko.
"Sinergi antara PT Timah dengan kepolisian menjadi bagian penting untuk memastikan perlindungan terhadap personel, aset, fasilitas, informasi, dan seluruh kegiatan operasional perusahaan," ujarnya.
Ia menambahkan melalui sinergi dan komitmen bersama, Sistem Manajemen Pengamanan PT Timah (Persero) Tbk dapat semakin efektif menciptakan kondisi aman dan kondusif, sehingga perusahaan dapat menjalankan operasional secara optimal dan memberikan kontribusi bagi perusahaan, masyarakat, dan kepentingan nasional.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Murry Mirranda menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko dalam penerapan Sistem Manajemen Pengamanan PT Timah (Persero) Tbk.
"Sistem pengamanan harus dipahami dan diterapkan oleh seluruh organisasi, bukan hanya oleh divisi yang secara khusus menangani pengamanan," katanya.
Ia menambahkan penerapan manajemen risiko juga dinilai penting untuk memetakan potensi kerawanan, termasuk yang berkaitan dengan wilayah IUP dan dinamika sosial masyarakat di sekitar kegiatan perusahaan.
"Pembinaan teknis ini memiliki beberapa tujuan diantaranya untuk mengubah paradigma dari menjaga tapi mengelola risiko keamanan itu, menyamakan presepsi seluruh lini tentang sistem manajemen, mempersiapkan PT Timah menghadapi audit Sistem Manajemen Pengamanan yang mencakup komitemn dan kebijakan," katanya.
Ia menyatakan untuk mencegah gangguan sebelum menjadi gangguan hukum, yakni melindungi empat aset utama. Pertama, people. Selanjutnya, adalah aset, kemudian informasi. Terakhir, yaitu operasi untuk memperkuat sinergi PT Timah (Persero) Tbk, Polri, TNI, Bakamla, Pemda, dan masyarakat guna mendukung keberlanjutan bisnis dan publik.
"Bimtek sistem manajemen pengamanan bukan sekedar bagaimana PT Timah menjaga aset setelah muncul ancaman, tetapi bagaimana perusahaan mengenali risiko lebih awal, mencegah gangguan sebelum terjadi, merespon secara cepat ketika terjadi insiden, serta menjadikan keamanan sebagai budaya seluruh organisasi," ucapnya.
Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.