Proyek Vanda Solar & Battery di Kepri berpotensi ciptakan 60.000 lapangan kerja
Rabu, 23 September 2026 19:52 WIB
Country Manager Indonesia Gurīn Energy Enda Ginting menyampaikan keterangan kepada awak media di Kabupaten Tangerang, Banten pada Rabu (23/9/2026). (ANTARA/Aji Cakti)
Jakarta (ANTARA) - Proyek energi hijau berskala besar yakni Proyek Vanda Solar & Battery (Vanda Solar & Battery Project) yang berlokasi di Kepulauan Riau (Kepri) berpotensi menciptakan 60 ribu lapangan kerja di berbagai rantai pasok Indonesia.
"Yang lebih penting, penciptaan 60.000 lapangan kerja di berbagai rantai pasok di Indonesia, mencakup Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan wilayah Indonesia lainnya," ujar Country Manager Indonesia Gurn Energy Enda Ginting di Kabupaten Tangerang, Banten pada Rabu.
Enda mengatakan bahwa Proyek Vanda Solar & Battery pada dasarnya terdiri dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 2 GWp di Pulau Sugi, Kepulauan Riau ditambah sistem penyimpanan energi baterai (BESS) sebesar 4,4 GWh.
"Jadi, kita menangkap energi sebanyak mungkin di siang hari, lalu menyimpannya di baterai untuk digunakan saat malam hari, dan kemudian mengalirkannya menggunakan kabel bawah laut dari Sugie, Indonesia hingga ke Singapura," katanya.
Menurut Enda, proyek ini tidak hanya sekadar menyalurkan listrik ke Singapura, tetapi pihaknya percaya pada tujuan di balik dukungan pemerintah terhadap hal ini.
"Ini merupakan investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) yang nilainya setara hingga 4,5 miliar dolar AS di bawah Proyek Vanda. Dari sisi nilai tambah selama masa konstruksi dan pengembangan, proyek ini diperkirakan mendatangkan hingga 10 miliar dolar AS," katanya.
Hasil langsungnya, lanjut Enda, adalah tambahan penerimaan pajak pemerintah bernilai 1,76 miliar dolar AS.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Proyek Vanda Solar & Battery berpotensi ciptakan 60.000 lapangan kerja
Pewarta : Suharsana Aji Sasra J C
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.