Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, belakangan menjadi sorotan publik setelah dirinya menghadiri ajang Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand pada akhir Agustus lalu.
Ia mengatakan kunjungannya ke Thailand bukan dalam kapasitasnya sebagai pejabat negara. Dia menyebut kehadirannya saat itu sebagai bagian dari tokoh budaya Bali sekaligus tokoh Hindu. Arya menjelaskan dirinya hadir sebagai tamu undangan.
“Tidak ada identitas sebagai pejabat negara, sebagai orang Bali. Sebagai tokoh hindu, maka saya datang dengan pakaian adat Bali,” kata Arya dalam keterangan video yang diunggah di akun Instagram @aryawedakarna pada Rabu (2/9)
Perhatian publik juga tertuju pada keberadaan seorang prajurit TNI Angkatan Laut yang mendampinginya di Thailand. Arya kemudian menjelaskan bahwa prajurit tersebut merupakan ajudannya dan telah mendampinginya semenjak terpilih menjadi anggota DPD Bali.
“Kalau ajudan saya TNI AL itu memang resmi. Sejak saya dilantik saya memohon bantuan untuk pengawalan dengan personel yang ganti-ganti. Beberapa waktu ke luar negeri saya memang membawa ajudan ke India, Thailand,” Kata Arya.
Arya mengatakan dirinya membawa ajudan TNI karena mempertimbangkan kondisi keamanan di Thailand. Dia menyebut situasi kawasan tersebut masih rawan dan menyinggung konflik yang terjadi di sekitar Thailand, Myanmar, dan Kamboja.
Menurut Arya, keberadaan prajurit TNI itu tidak berkaitan dengan acara Miss Equality World. “Saya membawa dua ajudan saat itu, satu sipil, satu TNI. Yang bersangkutan tidak salah ya, cuma mengamani dan mengawal saja,” ujarnya.
Sedangkan Mabes TNI akan melakukan evaluasi jika terbukti ada pelanggaran yang dilakukan dalam peristiwa hadirnya prajurit TNI AL dalam acara tersebut. Mereka masih melakukan penelusuran terkait identitas prajurit TNI AL tersebut dan status penugasannya.
"Pada prinsipnya, setiap penugasan personel TNI memiliki dasar dan mekanisme serta ketentuan yang berlaku. Apabila ada hal yang di luar itu tentu akan dievaluasi," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas, Kamis (4/9) dikutip dari Antara.
Siapa Arya Wedakarna?
Arya Wedakarna merupakan anggota DPD dari daerah pemilihan Bali. Arya lahir di Denpasar pada 23 Agustus 1980. Nama lengkapnya adalah Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III.
Dia pertama kali menjadi anggota DPD pada periode 2014-2019 dan kembali terpilih untuk periode 2019-2024. Pada Pemilu 2024, Arya kembali terpilih sebagai anggota DPD RI dari Bali untuk periode 2024-2029. Dalam menjalankan tugasnya di DPD, Arya tercatat pernah menjadi bagian dari alat kelengkapan DPD yang menangani sejumlah isu pemerintahan dan daerah.
Sebelum terjun ke politik, Arya sempat berkecimpung di dunia modeling, salah satunya pernah menjadi cover boy majalah Aneka. Arya menempuh pendidikan S1 Manajemen Transportasi Udara di STMT Trisakti Jakarta.
Dia juga menempuh S1 Sosial Politik di Universitas Mahendradatta Denpasar. Arya kemudian melanjutkan pendidikan S2 Manajemen Ilmu Pemerintahan dan S3 Ilmu Pemerintahan di Universitas Satyagama Jakarta.
Perjalanan Arya di DPD juga pernah diwarnai persoalan etik. Pada Februari 2024, DPD RI mengusulkan pemberhentian Arya sebagai anggota DPD periode 2019-2024 setelah Badan Kehormatan DPD menyatakan Arya melanggar sumpah atau janji jabatan dan kode etik DPD.
Sekretariat Jenderal DPD kemudian berkonsultasi dengan Kementerian Sekretariat Negara terkait proses pemberhentian tersebut. Namun, Arya kembali terpilih sebagai anggota DPD RI pada Pemilu 2024 dan kini menjalani masa jabatan periode 2024-2029.