Nabire (ANTARA) - Polisi Wanita (Polwan) Polda Papua Tengah mengedukasi pelajar SMP di Nabire tentang pencegahan perundungan siber, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan anak dalam menggunakan teknologi dan media sosial (medsos).
Kabid Propam Polda Papua Tengah Kompol Florensin Yuliet Nari di Nabire, Kamis, mengatakan edukasi tersebut dilakukan agar pelajar mampu penggunaan teknologi dan media sosial secara bertanggung jawab.
“Gunakan teknologi untuk hal-hal yang positif, jangan gunakan medsos untuk mengejek atau menjelek-jelekan teman, kita harus menjauhi segala bentuk perundungan,” kata Florensin pada kegiatan "Polwan Goes To School" di SMPN 4 Nabire dalam rangka Hari Jadi Polwan RI ke-78 Tahun 2026.
Ia mengatakan seorang pelajar harus mampu menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Perundungan siber di medsos mempunyai dampak lebih luas, kata dia, karena informasinya dikonsumsi oleh banyak orang sehingga akan menimbulkan dampak lebih besar bagi korban.
Selain perundungan siber, para pelajar mendapat materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, kekerasan seksual, serta pentingnya menjaga diri agar tetap aman, sehat dan bertanggung jawab.
Ia meminta siswa berani berbicara dan melapor kepada orang tua, guru, atau pihak yang dipercaya apabila mengalami atau mengetahui perundungan, kekerasan seksual, penyalahgunaan narkoba, maupun persoalan lain yang mengancam keselamatan anak.
Menurutnya, keberanian melapor penting agar persoalan yang dialami pelajar dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Ia mengatakan Program Polwan Goes To School tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Polwan, tetapi juga menjadi sarana memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai cara melindungi diri dan mengambil keputusan yang tepat.
“Kami ingin Polwan tidak hanya dikenal dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai sahabat dan pelindung bagi anak-anak,” ujarnya.
Kepala SMP Negeri 4 Nabire H. Suwandi mengapresiasi edukasi tersebut karena memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya perundungan, narkoba dan pentingnya menjaga diri.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menghadapi berbagai risiko di lingkungan sekolah maupun media sosial.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.