Presiden Palestina: Rakyat hadapi eskalasi berbahaya oleh Israel - ANTARA News Jawa Barat

September 2026 · 2 minute read

Ramallah (ANTARA) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Kamis (10/9), mengatakan rakyat Palestina menghadapi eskalasi berbahaya dari otoritas Israel, serta tekanan yang bertujuan melemahkan kemampuan untuk tetap bertahan dan mendorong menuju emigrasi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato pembukaan sidang pertama Dewan Revolusioner Gerakan Pembebasan Nasional Palestina (Fatah), yang diterbitkan oleh kantor berita Palestina Wafa.

“Di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, kami menghadapi eskalasi berbahaya oleh otoritas Israel yang ekstremis,” kata Abbas.

“Eskalasi tersebut mencakup perluasan permukiman, terorisme oleh penjajah, penyitaan tanah dan padang penggembalaan, penghancuran rumah, serta pendirian pos pemeriksaan militer yang memutus akses antar kota dan desa kami serta melumpuhkan kehidupan ekonomi dan sosial rakyat kami,” tambahnya.

Abbas mengatakan Israel menahan lebih dari 6 miliar dolar AS (sekitar Rp105,6 triliun) dana milik Palestina.

“Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan yang bertujuan melemahkan kemampuan rakyat Palestina untuk tetap tinggal dan bertahan, serta mendorong mereka menuju emigrasi,” ujarnya.

Terkait Jalur Gaza, Abbas menyerukan pelaksanaan segera dan sepenuhnya tahap kedua dari rencana Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, pelaksanaan tersebut harus mencakup gencatan senjata dan penarikan penuh pasukan Israel.

Tepi Barat yang diduduki telah mengalami peningkatan serangan oleh tentara Israel dan penjajah sejak dimulainya genosida di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Otoritas Palestina telah mendokumentasikan pembunuhan, penangkapan, penghancuran rumah, serangan terhadap masjid dan kendaraan, penghancuran lahan pertanian, pembatasan akses petani ke properti mereka, serta pengusiran paksa.

Menurut data Palestina, sekitar 750.000 penjajah Israel tinggal di 156 permukiman ilegal dan 360 pos permukiman di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.

Palestina memperingatkan bahwa operasi Israel dan kekerasan penjajah membuka jalan bagi aneksasi resmi Tepi Barat, yang akan menghambat pembentukan negara Palestina berdasarkan resolusi-resolusi PBB.

Selain pelanggaran di Tepi Barat, Israel telah melancarkan perang genosida di Jalur Gaza sejak 8 Oktober 2023, yang telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut otoritas Palestina.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden Palestina ingatkan tentang eskalasi berbahaya oleh Israel

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.