Presiden minta perbanyak drone dan peralatan untuk cegah karhutla

September 2026 · 2 minute read

Presiden minta perbanyak drone dan peralatan untuk cegah karhutla

Senin, 7 September 2026 15:59 WIB

Image Print

Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto (tengah), Mensesneg Prasetyo Hadi (kedua kanan) dan Seskab Teddy Indra Wijaya (kiri) Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam dipantau daring dari Jakarta, Senin (7/9/2026). ANTARA/Prisca Triferna

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan mengalokasikan lebih banyak pesawat dan alat nirawak (drone) untuk melakukan mitigasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di tanah air.

Dalam Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam dipantau daring dari Jakarta, Senin, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa reaksi pemerintah menghadapi karhutla tahun ini cukup masif, meski masih ada catatan keterlambatan di beberapa kesempatan.

"Untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif. Saya minta pemikiran kita dalam perencanaan, kita gunakan prinsip lebih baik lebih dari pada kurang," jelas Presiden.

Prabowo meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk menginformasikan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy agat memperbanyak alutsista, seperti helikopter, peralatan pemadaman seperti pompa air dan alat pendukung seperti ekskavator untuk mendukung upaya pencegahan dan pemadaman.

Terutama untuk alat-alat pencegahan dan pemadaman dengan ukuran kecil dapat ditempatkan di desa-desa yang berada di wilayah dengan sejarah karhutla berulang.

Kepala Negara menyinggung bahwa Indonesia sebentar lagi akan memiliki kapal induk pertama yang akan dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana.

Mengingat kapal induk itu mampu membawa helikopter dengan ukuran menengah sebanyak 10 unit, yang dapat dimanfaatkan untuk mengangkut 4–5 ton air untuk penanganan karhutla.

"Kemudian kita nanti harus alokasikan lebih banyak pesawat-pesawat untuk modifikasi cuaca. Kemudian BRIN harus mengkaji zat-zat apa yang paling efisien untuk mempercepat modifikasi cuaca dan selanjutnya kita harus mengadakan drone-drone yang bisa melempar air," tutur Presiden.

Prabowo merujuk pada drone yang mampu mengangkut air dengan jumlah besar dan dapat ditempatkan di barisan terdepan dalam upaya penanganan karhutla.

"Jadi, kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian, jauh sebelumnya kita siapkan," ujar Prabowo Subianto.

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026