Pramono sebut ragam event di DKI picu lonjakan wisatawan

July 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan berbagai kegiatan (event) yang digelar di ibu kota tak hanya berhasil mendorong aktivitas ekonomi, melainkan juga jumlah wisatawan.

“Berbagai kegiatan tersebut berhasil mendorong aktivitas ekonomi pariwisata dan konsumsi masyarakat. Dan indikator pariwisata juga menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Hal itu ditandai dengan jumlah wisatawan nusantara mencapai 8,82 juta perjalanan. Bagi Jakarta ini tentunya tinggi,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara juga naik 8,17 persen menjadi 1,04 juta kunjungan. Hal itu dikarenakan Jakarta kini tak hanya dikenal sebagai kota bisnis dan pusat pemerintahan, melainkan juga kota wisata.

“Maka untuk menjaga momentum tersebut, Pemerintah DKI Jakarta terus meningkatkan layanan transportasi publik dan infrastruktur pendukung yang semakin baik dan terintegrasi melalui MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, dan sebagainya,” papar Pramono.

Ia pun berharap, ketika LRT rute Pegangsaan Dua-Manggarai telah diresmikan, nantinya rute tersebut dapat mencapai sekitar 80.000 penumpang per hari.

“Ya di awal mungkin 50-60 (ribu), tapi akan bisa mencapai 80.000 penumpang. Demikian juga untuk pembangunan MRT, MRT fase 2A Bundaran HI-Kota yang sekarang sebenarnya sudah tersambung mulai tahun ini atau akhir tahun ini,” lanjut Pramono.

Ia meyakini, ketika mobilitas transportasi menjadi lebih baik, hal ini akan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi serta wisatawan di Jakarta.

Baca juga: Jakarta Selatan tetap jadi tujuan wisata favorit pelancong

Baca juga: DKI perlu perbanyak kegiatan untuk tingkatkan kunjungan wisatawan

Baca juga: Pramono terus optimalkan percepatan integrasi transportasi di Jakarta

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.