Prabowo Usulkan Pelayaran dan Penerbangan Langsung Indonesia-Rusia di EEF 2026

September 2026 ยท 2 minute read

matamata.com - Presiden Prabowo Subianto meyakini pembukaan pelayaran langsung yang kompetitif antara Indonesia dan Rusia dapat memperkuat konektivitas perdagangan bilateral kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9). Menurutnya, jalur pelayaran langsung perlu didukung oleh kepastian jadwal, biaya, asuransi, serta kargo agar tercipta sistem logistik yang andal bagi pelaku usaha.

"Saya percaya di forum ini kita dapat menetapkan pelayaran langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia, dengan jadwal, biaya, asuransi, dan kargo yang dapat diprediksi di kedua arah," ujar Prabowo yang dipantau secara daring dari Jakarta.

Selain jalur laut, Prabowo kembali mengusulkan pembukaan hubungan udara langsung antara kedua negara. Langkah ini dinilai tidak hanya memperkuat konektivitas fisik, tetapi juga mendorong pertukaran wisatawan dan mempererat hubungan antarmasyarakat.

"Hubungan udara langsung akan mendatangkan pengunjung Rusia ke Indonesia dan pengunjung Indonesia ke keindahan Timur Jauh Rusia (Russian Far East). Kapal menggerakkan barang, pesawat menggerakkan persahabatan," tuturnya.

Prabowo menilai penguatan konektivitas ini menjadi kunci dalam mengoptimalkan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (FTA Indonesia-EAEU). Ia mengungkapkan, delegasi bisnis Indonesia yang hadir dalam forum tersebut tengah mempersiapkan pengiriman percontohan, mencari pembeli, memastikan logistik, serta menyepakati mekanisme pembayaran.

Ia menegaskan, ketika tarif dalam FTA mulai berlaku secara penuh, seluruh infrastruktur pendukung seperti barang, rute, dan kontrak perdagangan sudah harus siap di lapangan.

"Tugas di depan kita adalah mengubah kepercayaan pribadi menjadi kepercayaan institusional, aturan yang jelas, pembayaran yang andal, logistik yang dapat diprediksi, dan perjanjian yang bertahan melampaui pergantian pemerintah," pungkas Prabowo. (Antara)