Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah hadir melalui langkah terpadu dalam menghadapi bencana gempa bumi dan kondisi iklim ekstrem, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kita bersyukur, saya sudah keliling ke beberapa tempat, saya cek sendiri, syukur alhamdulillah semua unsur, pemerintah daerah, kementerian-kementerian lembaga, TNI Polri, BNPB, lingkungan hidup, kementerian-kementerian kehutanan, semua bekerja secara efektif,” kata Presiden dikutip di Jakarta, Selasa.
Dalam sambutannya pada Peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Presiden mengatakan penanganan karhutla di sejumlah wilayah dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas sektor serta didukung pengerahan sumber daya dalam jumlah besar.
“Karena kita telah kerahkan kekuatan yang sangat besar, kita telah menunjukkan negara kita kuat, kita sekarang mengerahkan puluhan helikopter, belasan pesawat, berbagai teknik, ratusan bor air, ratusan pompa air, ribuan personel,” tuturnya.
Menurut Presiden, pengerahan kekuatan tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan karhutla sekaligus memastikan kondisi kebakaran di sejumlah wilayah dapat segera dikendalikan.
Presiden Prabowo optimistis penanganan karhutla di berbagai wilayah dapat diselesaikan dalam waktu dekat setelah pemerintah mengerahkan berbagai sumber daya untuk mengatasi kebakaran.
“Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi, di beberapa tempat saya kira saya berharap dalam satu dua minggu ini bisa selesai semua,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengapresiasi seluruh jajaran yang terlibat dalam penanganan bencana dan kondisi iklim ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.
Ia mengatakan upaya pemerintah juga diarahkan untuk menangani berbagai bencana lain yang terjadi di tanah air, termasuk bencana di Aceh dan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Walaupun kita menghadapi cobaan, walaupun kita menghadapi rintangan, hambatan, kita kuat, kita mampu, kita buktikan terus, bencana di Aceh kita selesaikan dalam waktu yang tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak. Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif, di mana-mana negara kita hadir,” katanya.
Presiden menegaskan berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan negara hadir dalam menghadapi bencana sekaligus melindungi masyarakat di tengah kondisi iklim ekstrem.
Baca juga: Dari memadamkan api hingga mencegahnya membesar
Baca juga: Prabowo targetkan Indonesia stop impor minyak dan LPG dalam tiga tahun
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.