Polda NTT mencari bakat atlet melalui turnamen E-Sport

July 2026 · 2 minute read

Polda NTT mencari bakat atlet melalui turnamen E-Sport

Selasa, 14 Juli 2026 03:33 WIB

Image Print

Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda NTT Kombes Pol. Yoseph Krisbiyanto saat membuka kegiatan Turnamen Esport di Kupang. ANTARA/Ho-Humas Polda NTT.

Kupang (ANTARA) - Polda Nusa Tenggara Timur menggelar turnamen E-sport Kapolda Cup 2026 sebagai wadah mencari bibit atlet e-sport berbakat yang diproyeksikan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda NTT Kombes Pol. Yoseph Krisbiyanto di Kupang, Senin, mengatakan turnamen yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 itu merupakan bentuk dukungan Polri terhadap perkembangan olahraga elektronik sekaligus pembinaan generasi muda di era digital.

"Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, sportivitas, kerja sama tim, disiplin, dan kreativitas,” katanya.

Menurut dia, nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Polri Presisi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul serta mempererat kemitraan dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia berharap melalui kompetisi tersebut akan lahir atlet-atlet e-sport asal Nusa Tenggara Timur yang mampu berprestasi di tingkat nasional hingga internasional serta menjadi teladan dalam memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.

Apalagi pada tahun 2028 nanti NTT akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) dan diharapkan ada cabang olahraga yang dilombakan saat ini.

Turnamen E-sport Kapolda NTT Cup 2026 diikuti 20 tim dari polres jajaran di wilayah hukum Polda NTT. Persaingan berlangsung sejak babak penyisihan hingga final dengan menjunjung tinggi sportivitas.

Dia menjelaskan pemenang dari lomba tersebut akan mewakili Polda NTT pada turnamen E-sport Piala Kapolri Cup 2026 tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTT Kombes Pol. Hans Rachmatulloh Irawan mengingatkan para peserta untuk menjadi pengalaman itu ebagai motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Y

“Yang paling penting dari turnamen ini adalah semangat sportivitas, persaudaraan, dan kebersamaan yang terbangun di antara seluruh peserta," ujarnya.

Menurut Hans, penyelenggaraan turnamen tersebut menunjukkan bahwa olahraga elektronik dapat menjadi sarana positif untuk mengembangkan potensi generasi muda sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui ruang digital yang sehat, aman, dan produktif.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.