Jakarta (ANTARA) - Platform teknologi asal Indonesia s.id menghadirkan versi terbaru aplikasi s.id Mobile untuk memudahkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga kreator konten dalam mengoptimalkan tautan dan microsite mereka.
CEO s.id Dimaz Maulana dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan akses melalui perangkat seluler menjadi penting seiring meningkatnya mobilitas pengguna dalam mengelola identitas digital.
"Kami ingin memastikan siapa pun, mulai dari pelaku UMKM hingga kreator konten, dapat mengoptimalkan tautan dan microsite mereka dalam hitungan detik, di mana saja dan kapan saja," kata Dimaz dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Baca juga: PANDI kenalkan ulang "s.id" sebagai solusi pemasaran digital masa kini
Dengan aplikasi tersebut, pengguna tidak perlu bergantung pada perangkat desktop untuk melakukan sejumlah perubahan pada halaman digital yang mereka kelola. Hal ini dapat membantu pengguna yang perlu memperbarui informasi atau tautan saat sedang beraktivitas di luar kantor.
Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk membuat dan mengelola tautan pendek, memperbarui microsite, memantau analitik tautan, membuat kode QR, hingga mengelola penjualan produk digital.
Salah satu fitur yang tersedia adalah pembuatan tautan pendek (short link). Pengguna dapat mengubah tautan yang panjang menjadi tautan yang lebih ringkas sehingga lebih mudah dibagikan melalui media sosial, pesan instan, maupun kanal digital lainnya.
Pengguna juga dapat memperbarui bio link dan informasi pada microsite melalui ponsel. Fitur ini memungkinkan perubahan informasi dilakukan tanpa harus membuka perangkat komputer.
Untuk mengetahui efektivitas tautan yang dibagikan, aplikasi menyediakan fitur analytics. Pengguna dapat melihat sejumlah data seperti jumlah klik, lokasi pengguna, serta sumber akses tautan.
Aplikasi tersebut juga menyediakan QR Code Generator yang dapat digunakan untuk membuat kode QR untuk kebutuhan berbagi informasi kontak maupun promosi.
Sementara itu, fitur s.id shop memungkinkan pengguna menjual produk digital, membuat Payment Link, serta memantau transaksi melalui perangkat seluler.
Baca juga: MDR QRIS 0 persen dinilai dorong UMKM beralih ke transaksi digital
Baca juga: Transaksi digital UMKM dinilai bisa membuka akses kredit alternatif
Baca juga: Melindungi UMKM di ranah digital
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.