Bos BPS Jamin Sensus Ekonomi 2026 Tak Ada Kaitannya dengan Kejar Pajak

August 2026 ยท 2 minute read

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengimbau masyarakat Indonesia untuk bersedia partisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026 yang tengah dijalankan BPS.

Ia mengatakan, BPS akan menjaga kerahasiaan data pelaku usaha dari hasil Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, sensus ini dilakukan bukan sebagai bahan pemerintah untuk mengejar pajak masyarakat.

"Untuk yang belum disensus, untuk bisa dapat berpartisipasi dalam sensus. Jangan khawatir, data akan kami jaga kerahasiaannya dan juga kami jamin ini tidak ada kaitannya dengan pajak," ucap Amalia saat Sensus Ekonomi 2026 di Rumah Dinas Ketua MPR, Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Oleh sebab itu, wanita yang akrab disapa Winny itu pun membuka ruang bagi masyarakat untuk secara mandiri mengisi data sensus secara online, saat didatangi petugas sensus BPS.

"Untuk yang masyarakat yang memang ingin mengisi secara mandiri kami juga sudah siapkan questionnaire online. Dengan link-nya nanti bisa dimintakan kepada para petugas yang datang," tutur Amalia.

Sebagaimana diketahui, BPS secara resmi memulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada Senin, 15 Juni 2026.

Pelaksanaan pendataan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Melalui kegiatan ini, BPS mendata seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro dan kecil hingga usaha menengah dan besar, termasuk usaha yang memanfaatkan platform digital.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang diselenggarakan BPS sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1986.

Kegiatan ini menjadi bagian dari amanat Undang-Undang Statistik untuk menyediakan data dasar yang komprehensif mengenai struktur dan karakteristik perekonomian Indonesia.

Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi landasan penting dalam perencanaan pembangunan dan penyusunan kebijakan ekonomi nasional maupun daerah.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]