Cianjur (ANTARA) - Petugas gabungan Polsek Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan patroli di sepanjang pantai selatan Cianjur tepatnya di Pantai Jayanti dan Cidamar guna mengimbau nelayan tidak melaut sementara karena gelombang tinggi.
Kapolsek Cidaun AKP Ogin Ginanjar saat dihubungi Kamis, mengatakan hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi kecelakaan laut seperti yang menimpa nelayan asal Karawang yang ditemukan di perairan Pantai Cidamar, Kecamatan Cidaun dilaporkan hilang tenggelam setelah perahunya dihantam gelombang.
Sejak beberapa hari terakhir, gelombang tinggi melanda pantai selatan Cianjur dengan ketinggian ombak mencapai 5 meter, sehingga dapat mengancam keselamatan nelayan dan merusak perahu yang ditambatkan.
"Imbauan terus dilakukan agar dipatuhi para nelayan di selatan, dimana satu hari yang lalu kami mendapat laporan adanya temuan mayat mengambang 1,2 kilometer dari garis Pantai Cidamar," katanya.
Proses evakuasi melibatkan petugas gabungan terdiri dari personel Satpolairud, Polsek Cidaun, Babin Potmar TNI AL, Basarnas Cianjur serta petugas kesehatan dari Puskesmas Cidaun.
Selanjutnya jasad korban dibawa ke puskesmas terdekat guna visum, sebelum dibawa pihak keluarga untuk di makamkan di kampung halamannya di Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang.
"Ini menjadi perhatian kami untuk meningkatkan pengawasan dan antisipasi terjadinya hal serupa menimpa nelayan di pantau selatan Cianjur terutama di perairan Cidamar dan Jayanti saat cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi," katanya.
Dia menjelaskan pengawasan dan upaya antisipasi melibatkan aparat desa dan kecamatan di sepanjang pantai selatan, termasuk kelompok nelayan guna meminta nelayan tidak melaut untuk sementara sampai cuaca kembali normal.
"Kami berkoordinasi dengan aparat desa, kecamatan, dan kelompok nelayan guna mengimbau nelayan tidak melaut serta wisatawan yang datang ke pantai selatan tidak berenang saat gelombang tinggi," katanya.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.