Pertamina pastikan penyaluran BBM berjalan lancar pascagempa M 5,4 di Kabupaten Buol

July 2026 · 2 minute read

Pertamina pastikan penyaluran BBM berjalan lancar pascagempa M 5,4 di Kabupaten Buol

Selasa, 14 Juli 2026 17:53 WIB

Image Print

Arsip - Sejumlah kendaraan operasional sedang melakukan pengisian bahan bakar di Fuel Terminal atau Terminal BBM Loli Kabupaten Donggala untuk didistribusi ke SPBU maupun lembaga penyalur setelah gempa M 6,7 mengguncang Kota Palu dan sekitarnya, pada Selasa (16/6/2026). ANTARA/HO-Pertamina Region Sulawesi

Palu (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) tetap lancar pascagempa magnitudo 5,4 mengguncang kabupaten itu pada Minggu (12/7) malam.

"Gempa tidak berdampak pada operasional distribusi maupun fasilitas penyaluran," kata Sales Branch Manager Sulawesi Tengah (Sulteng) I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Made Bilan dihubungi di Palu, Selasa.

Ia menjelaskan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi aman, sehingga proses pengiriman BBM dari Fuel Terminal hingga penyaluran kepada masyarakat tetap berlangsung tanpa kendala.

Meski begitu pihaknya terus melakukan optimalisasi pelayanan kepada konsumen, terutama pada suplai dari Fuel Terminal ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), lalu dari SPBU kepada masyarakat.

"Di situasi seperti ini tentu masyarakat membutuhkan BBM yang cukup. Kami menjamin ketersediaan pasokan," ujarnya.

Selain itu Pertamina juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan layanan energi kepada masyarakat tetap terjaga.

"Tetap di pantau perkembangan di lapangan. Kalau pun terjadi lonjakan konsumsi, kami pastikan ketersediaan energi terpenuhi. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi bahan bakar," tutur Made.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buol Moh Kachfi Mardjuni mengatakan data sementara dirilis pemerintah setempat pada Senin (13/7), gempa dangkal dengan kedalaman 10 kilometer berpusat di laut memberikan dampak kerusakan, setidaknya sekitar 75 rumah warga dilaporkan rusak.

Selain itu dampak gempa juga merusak sejumlah infrastruktur milik pemerintah setempat, diantaranya Kantor Mal Pelayanan Publik, sebagian ruang perawatan RSUD Buol, Kantor Inspektorat, termasuk satu tempat usaha rumah makan di kawasan Leok II.

Data disajikan sewaktu-waktu bisa berubah, seiring perkembangan asesmen lapangan oleh tim reaksi cepat (TRC).

"Tim BPBD bersama pemerintah desa dan kecamatan terus melakukan pendataan lapangan. Hingga kini situasi di Buol sudah kondusif," ucapnya.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026