BRMP Sulawesi Tengah dorong pemda terapkan sistem pertanian modern

July 2026 · 2 minute read

BRMP Sulawesi Tengah dorong pemda terapkan sistem pertanian modern

Selasa, 14 Juli 2026 17:53 WIB

Image Print

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulteng Ruslan Boy (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi perluasan penerapan budidaya pertanian modern advance agriculture system (PM-ASS) menuju 1 juta hektare mendukung swasembada pangan di Sulawesi Tengah, Selasa (14/7/2026). ANTARA/Moh Salam

Sigi (ANTARA) - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Tengah (BRMP Sulteng) mendorong pemerintah daerah untuk melakukan penerapan budidaya pertanian modern advance agriculture system atau PM-AAS.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulteng Ruslan Boy mengatakan pertanian merupakan sektor strategis yang tidak hanya menghasilkan pangan melainkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, pencipta lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta pilar utama dalam menjaga stabilitas nasional.

"Jadi Kementerian Pertanian terus melakukan transformasi pembangunan pertanian sebagai langkah nyata dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang," kata Ruslan di Sigi, Selasa.

Ia menuturkan transformasi pembangunan pertanian dapat diwujudkan melalui modernisasi pertanian yang mengintegrasikan inovasi teknologi, digitalisasi, serta penguatan kelembagaan pertanian.

"Tentunya modernisasi pertanian bukan semata-mata menghadirkan alat dan mesin pertanian, tetapi membangun sistem produksi yang lebih efisien, produktif, adaptif terhadap perubahan iklim, dan mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani," ucapnya.

Menurut dia, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari meningkatnya produksi, tetapi juga dari meningkatnya nilai tambah, efisiensi usaha tani, dan kualitas hidup petani.

Salah satu implementasi nyata transformasi itu melalui pengembangan budidaya padi pertanian modern tersinkronisasi atau Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS)," sebutnya.

Ia mengemukakan bahwa PM AAS bukan sekadar penggunaan alat dan mesin pertanian, tetapi merupakan sistem budidaya terpadu yang mengintegrasikan teknologi, mekanisasi, penggunaan benih unggul, pemupukan presisi, penggunaan air yang efisien, digitalisasi pertanian, serta manajemen usaha tani berbasis data.

"Pendekatan ini dikembangkan sebagai jawaban atas kebutuhan peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani secara berkelanjutan. Harapannya ini bisa meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, mengurangi kehilangan hasil panen, mempercepat waktu tanam, dan meningkatkan kualitas gabah yang dihasilkan," kata dia.

Ruslan menyebutkan Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah di Indonesia Timur sebagai lumbung pangan yang memperoleh target perluasan penerapan PM AAS bulan Juli hingga September di musim tanam ketiga yakni 24.414 hektare dari potensi tanam 36.114 hektare.

"Ke depan program ini diharapkan menjadi motor penggerak modernisasi budidaya padi di berbagai sentra produksi, hingga produktivitas nasional meningkat secara berkelanjutan dan mampu memperkuat ketahanan pangan di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah," ujarnya.

Pewarta : Moh Salam
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026