Personel PLN dikerahkan penuh atasi listrik pascagempa NTT - ANTARA News Bengkulu

August 2026 · 2 minute read

Depok, Jawa Barat (ANTARA) - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengerahkan personel secara penuh untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik pascagempa Flores, Nusa Tenggara Timur, agar layanan kepada masyarakat segera kembali normal.

Darmawan menyampaikan keprihatinan dan doa kepada masyarakat yang terdampak bencana serta dirinya turun langsung ke wilayah Labuan Bajo, NTT, guna memastikan seluruh jajaran PLN bekerja maksimal mendukung proses pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak gempa.

Baca juga: Bulog salurkan 10 ton beras-minyak goreng bantu korban gempa NTT

"Kami mengerahkan pasukan di lapangan all out agar perbaikan ini bisa berjalan dengan lancar," kata Darmawan dalam jumpa pers Siaga Kelistrikan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia secara virtual di PLN UIP2B Jamali, Depok, Jawa Barat, Minggu dini hari.

Meski begitu, Darmawan tidak menyebutkan secara merinci berapa jumlah personel yang diterjunkan dalam menangani kelistrikan di wilayah terdampak bencana tersebut.

Hanya saja, dia menegaskan seluruh personel PLN diterjunkan untuk memperbaiki jaringan listrik yang mengalami gangguan akibat gempa dengan mengutamakan keselamatan serta kecepatan penanganan di lapangan.

Tim teknis terus memperbaiki infrastruktur kelistrikan terutama pada daerah yang mengalami longsor karena beberapa tiang listrik roboh sehingga membutuhkan penanganan langsung secara bertahap dan menyeluruh.

Baca juga: Gempa magnitudo 6,2 guncang Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

PLN mengoptimalkan koordinasi lapangan agar seluruh pekerjaan pemulihan berjalan lancar sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh pasokan listrik dalam waktu sesingkat mungkin setelah bencana terjadi.

Pemulihan pasokan listrik juga mendorong sistem telekomunikasi kembali beroperasi karena sebagian besar stasiun pemancar telah kembali memperoleh suplai listrik dari jaringan PLN.

Pewarta: Muhammad Harianto
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.