Persebaya jadikan hasil imbang lawan PSIS evaluasi jelang Piala Presiden - ANTARA News Jawa Timur

July 2026 · 3 minute read
Kami ingin melihat siapa yang mampu bermain di bawah tekanan

Surabaya (ANTARA) - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menilai laga uji coba melawan PSIS Semarang yang berakhir imbang 2-2, menjadi bahan evaluasi penting menjelang Piala Presiden 2026, terutama dalam mengukur kemampuan pemain menghadapi tekanan pertandingan.

"Kami ingin melihat siapa yang mampu bermain di bawah tekanan. Latihan dan pertandingan memiliki situasi yang sangat berbeda," kata Tavares saat konferensi pers seusai laga Persebaya 99 Anniversary Game di Stadion GBT Surabaya, Minggu.

Ia menjelaskan, dirinya sengaja memberi kesempatan bermain kepada hampir seluruh pemain untuk melihat siapa yang mampu mengambil keputusan dengan baik saat tampil di hadapan puluhan ribu pendukung di Stadion Gelora Bung Tomo.

Meskipun demikian, ia mengapresiasi timnya yang mampu menciptakan banyak peluang, tetapi mengakui masih ada kelemahan yang harus segera diperbaiki. 

Persebaya, kata dia, kebobolan dua gol akibat kesalahan individu maupun kolektif, sementara penyelesaian akhir juga belum cukup efektif meski memiliki banyak kesempatan mencetak gol.

Selain itu, ia menilai para pemain masih perlu lebih aktif memberikan opsi kepada rekan yang menguasai bola melalui pergerakan tanpa bola agar aliran serangan berjalan lebih cepat dan efektif.

Pelatih asal Portugal itu juga melihat perkembangan positif dari kombinasi permainan yang mulai terbentuk, meski para pemain masih membutuhkan waktu untuk memahami rencana taktik secara utuh setelah baru menjalani masa persiapan sekitar dua pekan.

Ia menambahkan kondisi fisik sejumlah pemain belum sepenuhnya ideal karena baru kembali menjalani latihan, sehingga beberapa di antaranya mulai mengalami penurunan performa setelah bermain lebih dari satu jam.

Namun, Tavares juga menegaskan akan membangun persaingan sehat di dalam skuad dan memastikan setiap orang, termasuk pemain muda dan putra daerah Surabaya, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan tempat apabila mampu menunjukkan kualitasnya selama latihan maupun pertandingan.

"Saya ingin semua pemain siap dan menciptakan persaingan di dalam tim agar kami bisa mengambil keputusan terbaik untuk meningkatkan kualitas Persebaya," ujarnya.

Sementara itu, Rachmat Irianto meminta maaf kepada Bonek dan Bonita atas hasil imbang dari laga yang bertajuk "Persebaya 99 Anniversary Game" itu.

Menurut dia, laga uji coba tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh pemain untuk mengevaluasi performa sebelum tampil di Piala Presiden 2026.

"Terima kasih Bonek dan Bonita yang sudah mendukung kami. Saya sebagai pemain juga meminta maaf. Dengan hasil ini kami bisa banyak belajar dan akan memperbaikinya sebelum Piala Presiden bergulir," ujar Rian.

Anak legenda Persebaya Bejo Sugiantoro itu mengatakan, tim pelatih dan seluruh pemain akan memanfaatkan sisa masa persiapan untuk membenahi kekurangan sekaligus mempertahankan hal-hal positif yang sudah ditunjukkan saat menghadapi PSIS.

"Ini kesempatan yang baik buat tim untuk memperbaiki apa kekurangan dan apa kelebihannya," tuturnya.

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.