Perpustakaan Sikka melayani 2.127 pengunjung pada semester I 2026

July 2026 · 2 minute read

Perpustakaan Sikka melayani 2.127 pengunjung pada semester I 2026

Selasa, 14 Juli 2026 03:36 WIB

Image Print

Gedung Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. ANTARA/HO-Dinas Arpus Sikka

Kupang, NTT (ANTARA) - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat jumlah pengunjung Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka selama semester I 2026 mencapai 2.127 orang.

"Pada periode Januari-Juni 2026, jumlah pengunjung telah mencapai 2.127 orang. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan jumlah pengunjung sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 1.234 orang," kata Kepala Dinas Arpus Kabupaten Sikka Very Awales saat dikonfirmasi dari Kupang, Senin.

Adapun jumlah anggota perpustakaan tersebut yang terdaftar secara kumulatif sejak 2019 hingga Juni 2026 mencapai 1.206 orang.

Menurut dia, peningkatan kunjungan Perpustakaan Frans Seda pada semester pertama 2026 didorong oleh berbagai inovasi layanan dan program literasi yang semakin mendekatkan perpustakaan dengan masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa.

Ia mengatakan Dinas Arpus Kabupaten Sikka terus mengembangkan berbagai program literasi, di antaranya Wisata Literasi dan Sains, Gerakan Antar-Jemput Buku (GRAjB), serta Gerakan 30 Menit Membaca sebelum dan sesudah jam pelajaran.

Perpustakaan juga menyelenggarakan Executive Class selama dua jam di Aula Frans Seda, Kabupaten Sikka, dengan menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah daerah, pimpinan DPRD, Forkopimda, pegiat literasi dan sains, pelaku UMKM, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu, layanan literasi diperluas melalui Mobil Perpustakaan Keliling yang menjangkau sekolah dan desa, Lomba Bertutur bagi siswa SD/MI, pembentukan pojok literasi dan kafe literasi di ruang publik, Safari Bunda Literasi, serta kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, taman bacaan masyarakat, dan komunitas literasi.

Menurut Very, berbagai program tersebut bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar, pusat informasi, pusat inovasi, sekaligus ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya anak-anak, pelajar, mahasiswa, dan generasi muda, untuk memanfaatkan layanan perpustakaan sebagai sarana belajar dan mengembangkan diri di era digital.

"Perpustakaan hari ini bukan hanya tempat meminjam buku, tetapi juga ruang belajar, berdiskusi, berkreasi, dan mengakses berbagai sumber informasi yang berkualitas. Mari manfaatkan seluruh layanan perpustakaan agar budaya membaca semakin tumbuh dan bersama-sama mewujudkan Kabupaten Sikka sebagai masyarakat yang literat, cerdas, inovatif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.