Pernah rasakan duka gempa, pelajar dan mahasiswa Mataram galang bantuan NTT

August 2026 · 2 minute read
"Kami dari Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dan Siswa Pecinta Alam (Sispala) Kota Mataram sedang melaksanakan penggalangan dana. Aksi ini melibatkan hampir seluruh kampus yang ada di Kota Mataram untuk turun ke jalan,"

Mataram (ANTARA) - Pengalaman merasakan dahsyatnya gempa bumi di Lombok menjadi alasan para pelajar dan mahasiswa di Kota Mataram turun ke jalan menggalang bantuan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gabungan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dan Siswa Pecinta Alam (Sispala) se-Kota Mataram menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan tersebut selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (26/8).

Aksi yang melibatkan perwakilan pecinta alam dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah di Kota Mataram itu digelar di sejumlah titik jalan, salah satunya di sekitar SPBU Pajang, Mataram.

"Kami dari Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dan Siswa Pecinta Alam (Sispala) Kota Mataram sedang melaksanakan penggalangan dana. Aksi ini melibatkan hampir seluruh kampus yang ada di Kota Mataram untuk turun ke jalan," kata Arfin, relawan dari UIN Mataram, di sela kegiatan, Senin (24/8).

Menurut dia, aksi tersebut mendapat antusiasme dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Hampir seluruh elemen pecinta alam dari perguruan tinggi dan sekolah menengah di Kota Mataram ikut ambil bagian dalam gerakan solidaritas tersebut.

Bagi para relawan, musibah yang menimpa masyarakat NTT bukan sekadar berita tentang bencana. Warga Lombok dan NTB memiliki pengalaman serupa ketika gempa bumi mengguncang wilayah tersebut dan meninggalkan duka serta kerusakan di berbagai tempat.

Pengalaman itulah yang kemudian mendorong para pelajar dan mahasiswa Mataram untuk bergerak.

"Kita tahu saudara-saudara kita di sana terkena bencana gempa bumi yang pernah kita alami sebelumnya. Kami merasakan betapa sulitnya kondisi warga saat tertimpa gempa. Oleh karena itu, kami berinisiatif menggalang dana untuk membantu saudara-saudara kita di NTT," kata Aziz, relawan lainnya.

Para relawan tidak ingin bantuan berhenti pada pengumpulan donasi. Dana yang terkumpul direncanakan disalurkan secara langsung kepada masyarakat terdampak di NTT.

Rudi, salah seorang relawan, mengatakan seluruh dana hasil penggalangan akan dihimpun pada Selasa (25/8). Selanjutnya, perwakilan organisasi pecinta alam Kota Mataram akan diberangkatkan ke NTT untuk menyerahkan bantuan.

"Seluruh dana terkumpul pada hari Selasa. Setelah itu, kami akan memberangkatkan delegasi pecinta alam Kota Mataram langsung ke NTT untuk menyalurkan bantuan," ujarnya.

Gerakan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Mereka yang pernah merasakan kehilangan akibat bencana kini memilih berdiri bersama saudara-saudara mereka yang sedang menghadapi musibah.

Pewarta : Roni Maulana, mahasiswa PKL IAIH
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026