
Sudah hampir satu tahun ini saya menggunakan mini PC dari GEEKOM A5 yang berbeda dengan mas febian yang sudah di upgrade ke full Linux dengan distro CachyOS dan RAM 32 GB, saya masih menggunakan konfigurasi standar dengan RAM 16 GB bawaan.
Overall sih, saya suka dengan perangkat ini, dia ringkas, cepat dan mampu membantu saya melakukan banyak pekerjaan yang tidak bisa dilakukan di laptop jadul saya.
Baca Juga : Review GEEKOM A5 R7 – 5825U: Mini PC Powerful untuk Kerja & Gaming Ringan
Tapi ada satu kendala!
Nah mengenai perangkat ini, ternyata ada satu kendala yang ternyata bukan saya saja yang mengalaminya guys, bahkan mas Febian juga mengalami hal yang sama di perangkat GEEKOM A5 nya.
Yaitu, perangkat sering unsafe shutdown, atau istilah awamnya sih mati mendadak.
Sebagai orang yang suka ngulik, jelas saya langsung melakukan banyak troubleshooting dan berharap bahwa masalah bisa diperbaiki, mulai dari update BIOS ke versi paling baru yang tersedia di situs resminya hingga limit CPU ke 2 Ghz yang terbukti bekerja dengan baik.

Setelah analisa lebih dalam, ternyata masalah ini disebabkan oleh lonjakan CPU guys, dimana power tidak masuk dengan maksimal saat CPU naik diatas 3 Ghz, imbasnya, perangkat tiba tiba mati.

Perbaikan Permanen
Nah sementara mengatur limit CPU ke hanya 2 Ghz memang bekerja, tapi jelas performa kurang maksimal dong, apalagi kita jadi tidak bisa menggunakan fitur low latency profile di Windows 11.
Oleh karena itu, perbaikan permanen yang bisa kita lakukan adalah dengan mengganti power adapter dari GEEKOM A5 ini guys, jika kamu membeli perangkat ini, kamu bisa klaim saja garansi dan minta ganti adapter baru.

Nah karena saya dapat perangkat ini langsung dari GEEKOM (makasih GEEKOM), saya tidak bisa klaim ke toko resmi yang ada di Indonesia, jadi saya langsung kontak saja [email protected].
Tapi sayangnya, ternyata mereka tidak bisa kirim unit pengganti, jadi cukup disayangkan, tapi overall sih support mereka sangat baik, setiap pertanyaan dan email saya dibalas dengan cepat juga.

Lalu bagaimana?
Nah untuk mengatasi hal tersebut, tentu solusinya adalah beli Adapter baru dengan ukuran port 5.5 x 2.5 mm di marketplace, kamu bisa pakai yang 65W atau maksimal 120W, sesuai dengan versi BIOS dan konfigurasi dari perangkat GEEKOM A5 kamu.
Tapi karena mahal, saya pakai cara yang cukup ekstrim, sama hal nya yang dilakukan mas Febian juga, yaitu melakukan penyambungan manual.
Yap, bermodalkan solasi listrik, saya menyambungkan adapter Asus K401UQK yang saya punya (karena saya punya dua), memutus bagian konektornya dan menyambungkannya dengan konektor Adapter bawaan dari GEEKOM A5.

Penting : Jika kamu ingin mencoba, pastikan kamu melakukannya dengan sangat hati hati, pastikan arus positif negatifnya terhubung dengan benar, karena jika salah, bisa bisa perangkat ini mati sepenuhnya akibat adanya korsleting listrik.
Baca Juga : Setup Home Server Saya di GEEKOM A5 — Cuma Pakai WSL
Setelah semuanya terhubung dengan benar, dengan rasa degdegan, langsung saya coba colok ke GEEKOM A5 ini, dan hasilnya berhasil dong, mantap. Nah setelah perangakat hidup, langsung saya reset konfigurasi BIOS ke Default, untuk mematikan konfigurasi limit CPU 2 Ghz yang sudah saya terapkan sebelumnya.
Hasil Akhir
Sekarang, GEEKOM A5 saya ini bisa ngebut maksimal dan CPU Ryzen 7 5825U ini bisa bekerja sesuai dengan spesifikasinya.

Sekarang uptime perangkat ini sudah 9 hari dan tidak pernah ada lagi kendala unsafe shutdown tanpa limit pada CPU. Mantap deh.
Kesimpulan
Nah kesimpulannya sih, karena bukan saya saja yang mengalaminya, bisa jadi memang adapter yang diberikan dalam paket ini kurang optimal untuk menangani lonjakan daya ketika Ryzen 7 5825U bekerja pada performa maksimal, atau mungkin juga karena perangkat yang kami berdua pakai ini merupakan unit contoh. Namun tentu saja, saya tidak bisa memastikan penyebab pastinya hanya dari dua unit yang kami gunakan.
Yang jelas sih, setelah saya mengganti adapter dan mengembalikan konfigurasi BIOS ke pengaturan default, masalah unsafe shutdown tersebut sejauh ini sudah tidak muncul lagi. GEEKOM A5 kembali bisa digunakan tanpa perlu membatasi performa CPU, sehingga saya bisa memanfaatkan seluruh kemampuan Ryzen 7 5825U sebagaimana mestinya.
Jadi secara keseluruhan, pengalaman saya menggunakan GEEKOM A5 selama hampir satu tahun tetap sangat positif, unitnya kecil, performanya kencang, konsumsi dayanya relatif rendah, dan perangkat ini sangat membantu saya menjalankan berbagai kebutuhan, mulai dari pekerjaan sehari-hari bahkan hingga dijadikan home server.
Kalau kamu kebetulan mengalami masalah serupa, terutama perangkat yang tiba-tiba mati ketika CPU sedang bekerja cukup berat, ada baiknya mengecek adapter terlebih dahulu sebelum melakukan perubahan konfigurasi yang terlalu jauh. Dan jika perangkat masih dalam masa garansi, tentu pilihan paling aman adalah menghubungi penjual atau support GEEKOM untuk mendapatkan solusi resmi.
Untuk kasus saya sendiri, setelah penggantian adapter, akhirnya GEEKOM A5 bisa kembali bekerja secara maksimal.
Tapi yang pasti sih, mini PC ini masih menjadi salah satu perangkat yang cukup saya rekomendasikan untuk kebutuhan kerja, eksperimen, maupun home server, selama kita memperhatikan kondisi power adapter yang digunakan.
Jika kamu tertarik beli perangkat ini, kamu bisa beli di Shoppe atau Tokopedia berikut. Jika kamu suka scroll TikTok, kamu bisa cek juga TikTok Shop di link berikut.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post