Pemprov Sumsel evaluasi program Health Tourism Palembang

August 2026 · 3 minute read

Pemprov Sumsel evaluasi program Health Tourism Palembang

Selasa, 4 Agustus 2026 18:15 WIB

Image Print

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sumsel Apriyadi saat diwawancarai di Palembang, Selasa (4/8/2026). ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengevaluasi pelaksanaan program Sumsel Health Tourism atau wisata medis setelah berjalan selama enam bulan sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan sekaligus mendorong Palembang menjadi salah satu tujuan wisata kesehatan.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sumsel Apriyadi saat diwawancarai di Palembang, Selasa, mengatakan evaluasi tersebut dilakukan dengan melibatkan Dinas Kesehatan Sumsel, rumah sakit, perguruan tinggi, serta biro perjalanan untuk melihat perkembangan program sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki.

"Program ini masih baru, sehingga masih banyak yang harus dibenahi. Yang paling penting adalah memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarpihak agar layanan kesehatan dan sektor pariwisata bisa berjalan beriringan," katanya.

Ia menjelaskan sejumlah langkah telah disiapkan untuk memperkuat program, di antaranya meningkatkan kerja sama rumah sakit dengan Politeknik Pariwisata guna meningkatkan kualitas pelayanan, serta menggandeng biro perjalanan untuk membantu memasarkan paket wisata kesehatan kepada masyarakat secara lebih luas.

Kota Palembang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata kesehatan, karena selain memiliki rumah sakit dengan fasilitas yang memadai, kota tersebut juga memiliki daya tarik kuliner dan budaya.

"Kalau orang berbicara Palembang, pasti ingat pempek, songket, dan wisata budayanya. Potensi inilah yang harus kita kemas menjadi satu paket bersama layanan kesehatan," katanya.

Sasaran utama program Health Tourism saat ini adalah masyarakat Sumatera Selatan agar tidak perlu mencari layanan kesehatan tertentu ke luar negeri maupun daerah lain.

"Harapan kami masyarakat yang ingin berobat atau melakukan medical check-up tidak perlu lagi ke luar negeri. Di Palembang sudah ada rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan itu, seperti RS Siti Fatimah, RS Mohammad Hoesin dan rumah sakit lainnya," ujarnya.

Dari hasil evaluasi enam bulan, program tersebut mulai menunjukkan dampak positif. Sejumlah warga Sumatera Selatan yang sebelumnya berencana menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) di Malaysia memilih membatalkan rencana tersebut dan memanfaatkan layanan kesehatan di Palembang.

"Sudah ada masyarakat Sumsel yang awalnya ingin ke Malaysia, tetapi setelah mendapat penjelasan akhirnya memilih melakukan MCU di sini. Ini menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan masyarakat mulai tumbuh," kata Apriyadi

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Trisnawarman mengatakan evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas program sejak resmi diluncurkan enam bulan lalu.

"Alhamdulillah, sudah mulai ada pergerakan pasien. Travel agent juga mulai memperkenalkan layanan ini, baik kepada masyarakat lokal maupun di luar daerah," katanya

Meski demikian, upaya membangun Sumsel sebagai destinasi wisata kesehatan membutuhkan waktu dan promosi yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Kita tidak bisa langsung seperti Malaysia. Yang penting masyarakat tahu bahwa rumah sakit di Palembang kualitasnya tidak kalah. Tinggal bagaimana strategi pemasaran dan pelayanan terus ditingkatkan," ujarnya.

Trisnawarman menambahkan promosi program Health Tourism akan diperluas melalui berbagai media, mulai dari videotron, media massa, media digital, hingga jaringan biro perjalanan.

Langkah tersebut diharapkan semakin meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai layanan kesehatan yang tersedia di Palembang sekaligus mendorong pertumbuhan wisata kesehatan di Sumsel.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemprov Sumsel evaluasi program wisata medis setelah 6 bulan

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026