Pemprov Maluku susun strategi penyiapan tenaga kerja miliki kompetensi di PSN Blok Masela - ANTARA News Ambon, Maluku

July 2026 · 3 minute read

Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) menyusun strategi penyiapan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada Proyek Liquified Natural Gas (LNG) Abadi Blok Masela.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Maluku M. Rizal Latuconsina di Ambon, Selasa, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas dimulainya pembangunan proyek strategis nasional melalui groundbreaking LNG Abadi Blok Masela pada 16 Juli 2026.

"Pemprov Maluku berkomitmen menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri migas sehingga masyarakat Maluku, khususnya dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya, dapat menjadi penerima manfaat utama dari proyek ini," katanya.

Menurut Rizal, penyiapan SDM menjadi aspek penting mengingat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat peletakan batu pertama proyek itu menyampaikan bahwa pemerintah bersama operator proyek, INPEX, telah menyepakati kebijakan yang mengutamakan perekrutan tenaga kerja dari masyarakat Maluku, terutama di wilayah terdampak langsung.

Selain itu, kata dia, pemerintah pusat juga telah menyiapkan sebagian putra-putri Tanimbar dan Maluku Barat Daya melalui pendidikan di Akademi Minyak dan Gas (Akamigas) Cepu sebagai bagian dari persiapan kebutuhan tenaga kerja sektor migas.

Meski demikian, pihaknya menilai masih terdapat sejumlah tantangan, antara lain kesenjangan kompetensi tenaga kerja lokal terhadap standar industri migas internasional, kebutuhan sertifikasi khusus seperti keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelasan berstandar internasional, instrumentasi, keselamatan lepas pantai (offshore safety), hingga kemampuan bahasa Inggris teknis.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Disnakertrans Maluku menyusun peta jalan pengembangan kompetensi dengan berkoordinasi bersama operator Blok Masela guna memetakan kebutuhan jabatan dalam satu hingga tiga tahun mendatang.

Pelatihan vokasi juga akan disesuaikan dengan standar industri migas, termasuk mengacu pada standar SKK Migas maupun standar internasional seperti OPITO, serta diikuti sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) maupun sertifikasi internasional.

Selain itu, pemerintah daerah akan mengembangkan program magang bersertifikat selama enam hingga 12 bulan di fasilitas proyek maupun perusahaan pendukung sebagai bagian dari proses peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.

Program tersebut juga akan dilengkapi pelatihan bahasa Inggris teknis, keselamatan kerja, serta penguatan etos kerja industri agar lulusan siap bersaing di lingkungan kerja migas.

Di sisi lain, pemerintah daerah akan mendorong mekanisme alih teknologi melalui sistem shadowing, yakni tenaga kerja lokal mendampingi tenaga ahli asing sejak fase konstruksi hingga operasional sehingga proses transfer pengetahuan berlangsung secara terukur.

Rizal mengatakan pemerintah daerah juga tengah menyiapkan penguatan regulasi ketenagakerjaan melalui penyusunan aturan daerah yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal pada posisi non-keahlian, disertai pengawasan terhadap penggunaan tenaga kerja asing agar setiap tenaga ahli memiliki rencana alih teknologi kepada tenaga kerja lokal.

Disnakertrans Maluku menargetkan sedikitnya 60 persen tenaga kerja pada posisi staf dan operator tingkat menengah pada fase awal konstruksi berasal dari tenaga kerja lokal. Selain itu, pemerintah menargetkan 2.000 tenaga kerja memperoleh sertifikasi kompetensi bidang migas dan sektor pendukung, seluruh tenaga ahli asing memiliki pendamping lokal dalam program alih teknologi, serta terciptanya iklim ketenagakerjaan yang kondusif tanpa konflik selama pelaksanaan proyek.

Proyek LNG Abadi Blok Masela sendiri memiliki nilai investasi sekitar 21 miliar dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp342 triliun, termasuk investasi sekitar satu miliar dolar AS untuk teknologi Carbon Capture and Storage (CCS).

Proyek tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 35.000 barel kondensat per hari, serta sekitar 150 juta kaki kubik gas per hari.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.