Duet Perdana Mikha Tambayong dan Rayi Putra Hadir lewat Single Jalan Tengah

July 2026 · 3 minute read

Bagikan:

JAKARTA - Penyanyi sekaligus aktris Mikha Tambayong resmi merilis karya musik terbarunya yang menandai kolaborasi perdana dengan Rayi Putra dalam single berjudul Jalan Tengah.

Tembang yang dirilis di bawah naungan MyMusic Records ini menyuguhkan narasi perpisahan yang matang, mengangkat kisah dua insan yang saling mengasihi namun harus menerima realita bahwa cinta tidak selalu cukup untuk menyatukan dua kepala yang berbeda.

Ditulis oleh Rayi bersama Ankadiov dan Wizzy yang tergabung dalam RAW Music, "Jalan Tengah" menghadirkan sudut pandang yang jarang disentuh.

Karya ini secara sadar menepis formula umum seperti narasi pengkhianatan, perselisihan hebat, ataupun hubungan toksik. Sebaliknya, lagu ini memotret perjuangan pasangan yang perlahan menyadari bahwa jurang perbedaan di antara mereka terlalu besar untuk dijembatani.

Perbedaan-perbedaan kecil yang mulanya tampak sepele lambat laun berkembang menjadi rintangan nyata, mulai dari selera hiburan hingga orientasi cara pandang dalam menjalani hidup.

Rayi menjelaskan, karya kolaborasi ini ingin memberikan perspektif baru bagi para pendengar dalam menyikapi sebuah perpisahan agar tetap terjalin secara bijak dan bermartabat.

"Ini adalah sebuah mature break-up song, sebuah lagu tentang perpisahan yang tidak harus selalu dipenuhi oleh amarah atau kesedihan yang mendalam,” kata Rayi dalam keterangannya, Selasa, 21 Juli.

“Kami ingin menunjukkan bahwa dua orang bisa berpisah secara dewasa, penuh penerimaan, dan tanpa harus saling menyalahkan," sambungnya.

Sementara bagi Mikha, proyek ini memiliki tempat yang istimewa karena menjadi momen yang mewujudkan impian masa kecilnya yang telah dipendam selama hampir dua dekade.

"Saat mengikuti ajang pencarian bakat pada tahun 2008 ketika saya masih berusia 13 tahun, saya pertama kali bertemu dengan Rayi yang menjadi tamu spesial. Sejak saat itu, saya menyimpan harapan dalam hati agar suatu hari nanti bisa berduet dengannya," tutur Mikha.

BACA JUGA:


Adapun sisi penggarapan vokal lagu ini didukung Bianca Nelwan yang bertindak sebagai pengarah vokal, sedangkan proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Reyner Ferdinand. Pesan utama lagu ini juga ditransformasikan secara visual dalam video musik garapan sutradara Moedhalie.

Dalam klip tersebut, Mikha dan Rayi menggambarkan sepasang kekasih yang menghabiskan waktu di taman dengan kesibukan masing-masing—Mikha membaca buku dan Rayi merekam momen menggunakan kamera camcorder.

Hubungan hangat tersebut berlanjut hingga kedatangan simbolis sebuah labirin visual, di mana Rayi melangkah ke arah kiri sementara Mikha memilih arah kanan. Ketika keduanya kembali bertemu di titik tengah, mereka menyadari bahwa arah perjalanan hidup mereka telah berbeda dan memilih untuk berpisah secara ramah dengan senyuman serta lambaian tangan.

Melalui lagu ini, kedua musisi ingin menegaskan bahwa tidak semua hubungan yang berakhir harus diartikan sebagai bentuk kegagalan. Merelakan seseorang demi kebahagiaan masing-masing justru menjadi bentuk penghormatan tertinggi terhadap perjalanan kasih yang pernah dibangun bersama.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+