Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Lampung berupaya memperkuat ekosistem peternak telur berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan di daerah.
"Penguatan ekosistem peternakan telur secara menyeluruh sangatlah penting, seperti dimulai dari aspek produksi, distribusi, hingga perluasan akses pasar," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung bersama Persatuan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Petelur Nasional (PPN) Lampung telah berupaya memperkuat sinergi dalam rangka membangun ekosistem peternakan telur yang berkelanjutan, guna mendukung ketahanan pangan daerah serta meningkatkan peran peternak lokal dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
"Langkah ini diperlukan untuk menciptakan tata kelola usaha peternakan yang lebih baik serta memberikan kepastian bagi keberlangsungan usaha peternak. Penguatan ekosistem tersebut juga diarahkan untuk memastikan ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat melalui pengelolaan produksi dan distribusi telur yang efektif dan berkelanjutan," katanya.
Dia menjelaskan selain itu, upaya menjaga stabilitas harga pakan, serta harga telur di tingkat peternak turut menjadi bagian penting dalam memperkuat keberlangsungan usaha peternakan telur. Kondisi tersebut menjadi faktor strategis dalam menjaga produktivitas, kepastian usaha, serta daya saing peternak telur di Lampung.
"Dalam pengembangan sektor peternakan telur, peluang hilirisasi produk, khususnya melalui industri pengolahan tepung telur, juga menjadi bagian yang penting. Pengembangan industri hilir tersebut cukup berpotensi meningkatkan nilai tambah produk telur, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat daya saing komoditas peternakan daerah," ucap dia.
Menurut dia, salah satu upaya yang menjadi perhatian adalah optimalisasi penyerapan produksi telur dari peternak lokal melalui berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui langkah tersebut, UMKM peternak telur diharapkan dapat berperan lebih besar dalam rantai pasok penyediaan kebutuhan telur untuk program tersebut.
"Peningkatan konsumsi telur sebagai sumber protein hewani juga menjadi perhatian dalam penguatan ekosistem peternakan telur. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi, sekaligus memperluas penyerapan produksi telur peternak lokal," tambahnya.
Ia melanjutkan sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, PPN Lampung, dan berbagai pihak terkait menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem peternakan telur yang berkelanjutan.
"Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing peternak, memperluas peluang usaha, serta mendukung ketahanan pangan di Provinsi Lampung," ujar dia.
Diketahui sebelumnya populasi ayam petelur di Provinsi Lampung yang dikembangkan ada sebanyak 14.850.524 ekor. Dengan nilai ekonomi yang bermanfaat bagi peningkatan ekonomi daerah ada sebanyak Rp1 triliun.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.